Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Mamasa

Warga Mambi Keluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg, Harga Tembus Rp45 Ribu per Tabung

254
×

Warga Mambi Keluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg, Harga Tembus Rp45 Ribu per Tabung

Sebarkan artikel ini

DentumNusantar.comMAMASA – Kelangkaan dan tingginya harga gas LPG subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “tabung melon” kembali dikeluhkan warga Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani masyarakat kecil yang bergantung pada LPG bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Seorang warga Mambi berinisial NIS mengaku harus membeli LPG 3 kilogram dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan, harga tabung melon di tingkat pengecer disebut terus mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.

“Yang kemarin saya tempati beli Rp30 ribu, sekarang sudah Rp40 ribu. Anak saya beli tadi pagi sudah Rp45 ribu per tabung,” kata NIS kepada wartawan.

Menurutnya, lonjakan harga tersebut bukanlah persoalan baru. Sebelum bulan Ramadan, warga sudah membeli LPG 3 kilogram dengan harga berkisar Rp35 ribu hingga Rp38 ribu per tabung. Saat itu, pasokan yang beredar disebut berasal dari wilayah Polewali Mandar.

“Sudah lama kami beli Rp35 ribu sampai Rp38 ribu. Sebelum bulan puasa juga begitu. Tabung yang kami beli waktu itu dari Polewali,” ujarnya.

NIS mengungkapkan bahwa keluhan mengenai kelangkaan dan mahalnya LPG subsidi sebenarnya telah disampaikan kepada pihak Kelurahan Mambi. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada langkah konkret yang dirasakan masyarakat.

“Kami sudah keluhkan ke kelurahan Mambi, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa secara resmi LPG subsidi masih tersedia di pangkalan dengan harga sekitar Rp21 ribu per tabung. Namun, akses masyarakat terhadap gas bersubsidi tersebut dinilai semakin terbatas.

“Kalau di pangkalan memang Rp21 ribu, tapi sekarang sudah dibagi ke empat kelompok. Itupun setelah ambil harus menunggu sekitar dua minggu lagi untuk bisa dapat jatah berikutnya,” tuturnya.

Kondisi itu memaksa warga membeli LPG dari pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal. Padahal, dalam rumah tangganya, satu tabung LPG hanya mampu bertahan sekitar lima hari.

“Kalau tabung habis, mau tidak mau kami beli di pengecer. Harganya Rp35 ribu, Rp38 ribu, Rp40 ribu, sampai sekarang Rp45 ribu per tabung,” ujar NIS.

Ia berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta aparat pengawas distribusi LPG bersubsidi segera turun tangan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan mencegah lonjakan harga yang terus membebani masyarakat.

“Harapan saya pihak berwenang segera mencari solusi. Kasihan kami masyarakat kecil yang setiap hari membutuhkan gas untuk memasak,” katanya.(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *