MAMASA,DentumNusantara.com — Ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Daerah (GMPD), Zul Bahri, mendukung aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Mambi di Pertamina Takurimbi yang mempersoalkan kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM. Aksi tersebut juga menyoroti dugaan praktik penimbunan BBM yang dinilai meresahkan masyarakat.
Zul mengatakan kelangkaan BBM tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan distribusi. Menurut dia, ketersediaan BBM berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk petani, pelaku usaha kecil, pengemudi, dan warga yang bergantung pada BBM untuk kegiatan sehari-hari.
“Kami dari Gerakan Mahasiswa Peduli Daerah mendukung penuh langkah Aliansi Masyarakat Mambi menyuarakan persoalan kelangkaan BBM di Pertamina Takurimbi. Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang transparan,” kata Zul.
Ia meminta pihak Pertamina memberikan penjelasan mengenai penyebab kelangkaan, mekanisme distribusi, serta langkah yang dilakukan untuk memastikan BBM dapat diakses masyarakat secara adil dan tepat sasaran.
Zul juga meminta dugaan penimbunan BBM diperiksa oleh pihak berwenang. Menurut dia, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah dugaan tersebut memiliki dasar atau tidak.
“Jika terdapat dugaan praktik penimbunan, maka harus dilakukan pemeriksaan secara serius oleh pihak yang berwenang,” ujarnya.
Menurut Zul, Pertamina perlu merespons tuntutan masyarakat secara terbuka. Ia menilai persoalan kelangkaan BBM tidak seharusnya berlarut karena berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Mamasa.
GMPD, kata Zul, memberikan waktu empat hari kepada Pertamina untuk menyampaikan konfirmasi dan tanggapan resmi atas tuntutan yang disampaikan masyarakat.
“Apabila dalam jangka waktu empat hari tidak ada konfirmasi atau tanggapan resmi dari pihak Pertamina, kami selaku mahasiswa Sulawesi Selatan akan melakukan konsolidasi bersama elemen mahasiswa dan jaringan gerakan lainnya,” katanya.
Konsolidasi tersebut, menurut Zul, dapat diarahkan pada aksi lanjutan di kantor PT Pertamina Patra Niaga wilayah Sulawesi Selatan. Ia mengatakan langkah tersebut akan ditempuh untuk mendorong Pertamina memberikan perhatian terhadap persoalan kelangkaan BBM di Mamasa.
Zul berharap Pertamina tidak hanya memberikan penjelasan normatif, tetapi juga menghadirkan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat.
“Keterbukaan informasi, pengawasan distribusi, serta penindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran merupakan bagian penting dalam menjamin ketersediaan BBM,” kata dia.
Ia menegaskan GMPD akan mengawal persoalan tersebut hingga ada kejelasan mengenai penyebab kelangkaan dan langkah penyelesaiannya.
“Jangan biarkan masyarakat terus menanggung dampak kelangkaan tanpa kepastian. Pertamina harus hadir memberikan jawaban dan solusi,” ujar Zul.(*)




























