Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
HEADLINEMamuju

Rusak Parah, Warga Desa Pammulukang Perbaiki Jalan Secara Swadaya, Andalkan Gotong Royong dan Iuran Masyarakat

370
×

Rusak Parah, Warga Desa Pammulukang Perbaiki Jalan Secara Swadaya, Andalkan Gotong Royong dan Iuran Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Dentum Nusantara com MAMUJU – Warga Desa Pammulukang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, bergotong royong memperbaiki ruas jalan desa yang mengalami kerusakan parah. Perbaikan dilakukan secara swadaya tanpa dukungan anggaran dari pemerintah, Ahad, 5 Juli 2026.

 

Jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan aktivitas masyarakat sehari-hari. Selama ini kondisinya dipenuhi lubang dan berada di jalur menanjak sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas. Kerusakan jalan juga dinilai menghambat mobilitas warga dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

 

Karena belum adanya penanganan, masyarakat memilih mengambil inisiatif melakukan perbaikan secara mandiri. Dana pembangunan dikumpulkan melalui iuran warga dan sumbangan sukarela. Material kemudian dibeli dan dikerjakan bersama dengan mengedepankan semangat gotong royong.

 

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh unsur masyarakat desa. Perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga kaum ibu ikut berpartisipasi. Para ibu menyiapkan konsumsi bagi warga yang bekerja di lokasi perbaikan.

 

Salah satu warga, Adnan, mengatakan pekerjaan belum sepenuhnya selesai dan akan kembali dilanjutkan setelah dana dari sumbangan masyarakat kembali terkumpul. Menurut dia, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam menyelesaikan seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan.

 

“Kami membuka ruang bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi membantu pembangunan jalan ini. Harapannya, akses masyarakat menjadi lebih nyaman dan keselamatan pengguna jalan dapat terjamin,” ujar Adnan.

 

Gerakan swadaya tersebut menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong di tengah masyarakat Desa Pammulukang. Di tengah keterbatasan dukungan anggaran, warga memilih bergerak bersama agar akses transportasi yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial desa tetap dapat digunakan dengan lebih layak.(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *