Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
HEADLINEHukumMajene

Aktivis Unsulbar Muh Nabir Bakal Laporkan Dugaan Suap dan Pungli Proyek Revitalisasi Sekolah ke Kejari Majene

154
×

Aktivis Unsulbar Muh Nabir Bakal Laporkan Dugaan Suap dan Pungli Proyek Revitalisasi Sekolah ke Kejari Majene

Sebarkan artikel ini

MAJENE DentumNusantara.com,– Aktivis mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Muh Nabir, menyatakan akan melaporkan dugaan praktik suap, penipuan, dan pungutan liar (pungli) dalam proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene pada Senin, 2 September.

Nabir mengatakan, laporan tersebut akan disertai sejumlah bukti yang diperoleh setelah dirinya bersama sejumlah pihak membesuk Ilham, korban penganiayaan yang saat ini masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Majene.

Kepada wartawan DentumNusantara, Nabir mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut Ilham membeberkan sejumlah informasi terkait dugaan penyimpangan proyek revitalisasi sekolah. Ilham juga menyerahkan bukti berupa rekaman suara yang diduga melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Majene, percakapan melalui aplikasi pesan yang menyebut pimpinan tertinggi pemerintahan Kabupaten Majene dan salah satu pihak di direktorat Kementerian Pendidikan, serta bukti transfer dari beberapa pihak yang diduga merupakan kontraktor proyek.

Menurut Nabir, sejumlah bukti tersebut mengarah kepada seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial IS. Ia juga menduga adanya keterlibatan Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Majene dalam persoalan tersebut, termasuk dugaan pengaturan pemindahan sejumlah kepala sekolah yang disebut tidak memenuhi komitmen terkait pemberian fee proyek revitalisasi sekolah.

“Kami mendapatkan sejumlah bukti dan keterangan dari Pak Ilham. Ada rekaman suara, percakapan melalui chat, serta bukti transfer. Semua itu akan kami bawa dan serahkan kepada Kejaksaan Negeri Majene untuk ditelusuri lebih lanjut,” kata Nabir.

Selain mempersiapkan laporan dugaan korupsi tersebut, Nabir mendesak Kapolres Majene memberikan perlindungan hukum kepada Ilham. Ia menilai keselamatan Ilham perlu menjadi perhatian serius setelah korban mengalami penganiayaan dan mengungkap informasi yang menyeret sejumlah pihak dalam dugaan persoalan proyek revitalisasi sekolah.

Nabir juga menyebutkan bahwa Ilham mengungkapkan terduga pelaku penganiayaan berinisial D memiliki keterkaitan dengan persoalan revitalisasi sekolah yang belakangan menjadi sorotan publik.

“Pak Ilham mengatakan kepada kami bahwa orang berinisial D yang diduga melakukan penganiayaan terhadap dirinya juga memiliki keterlibatan dalam persoalan revitalisasi sekolah ini. Karena itu, kami meminta kepolisian mengusut kedua persoalan tersebut secara serius,” ujarnya.

Nabir menegaskan, Ilham telah membuat laporan polisi atas peristiwa penganiayaan yang dialaminya. Karena itu, menurut dia, Polres Majene berkewajiban menindaklanjuti laporan tersebut sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan korban.

“Jangan sampai orang yang berani membongkar dugaan praktik pelanggaran hukum justru menjadi korban intimidasi dan kekerasan. Negara harus hadir memberikan perlindungan. Kami mendesak Kapolres Majene menjamin keselamatan Pak Ilham,” kata Nabir.

Ia menambahkan, rencana pelaporan ke Kejari Majene merupakan langkah untuk mendorong pengungkapan dugaan penyimpangan proyek revitalisasi sekolah secara menyeluruh, termasuk menelusuri aliran dana dan pihak-pihak yang diduga terlibat.

Nabir berharap aparat penegak hukum tidak berhenti pada pemeriksaan pihak-pihak tertentu, tetapi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan aktor lain yang disebut dalam bukti dan keterangan yang akan diserahkan.

Sampai berita ini diterbitkan pihak yang disebut dalam berita belum memberikan jawaban(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *