MAJENE, DentumNusantara.com, — Ilham Laode, warga Kabupaten Majene yang beberapa hari terakhir menjadi sorotan setelah mengungkap dugaan penipuan senilai Rp540 juta dalam proyek revitalisasi, mengaku mengalami penganiayaan di Kelurahan Lembang, Kabupaten Majene.
Peristiwa tersebut, menurut keterangan Ilham, terjadi sekitar pukul 21.00 WITA. Sebelumnya, Ilham mengungkap dugaan praktik penipuan dalam proyek revitalisasi yang menyeret nama salah satu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majene.
Belum diketahui secara pasti siapa pelaku penganiayaan tersebut dan apa motif di balik kejadian itu. Belum ada pula keterangan yang memastikan apakah peristiwa tersebut berkaitan dengan pengungkapan dugaan penipuan Rp540 juta yang sebelumnya disampaikan Ilham.
Setelah kejadian, Ilham dibawa oleh temannya, Akbar, ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus menjalani pemeriksaan visum.
Ilham mengaku mengalami sejumlah luka pada bagian tubuhnya. Dalam keterangannya, ia menyebut adanya pembengkakan pada pelipis kiri serta luka pada lengan dan telapak tangan.
“Bengkak bagian pelipis kiri dan luka di bagian lengan tangan dan telapak tangan,” demikian keterangan mengenai kondisi yang dialaminya.
Penganiayaan terhadap Ilham menambah persoalan baru setelah pengungkapan dugaan penipuan dalam proyek revitalisasi tersebut menjadi perhatian publik di Majene.
Namun, hubungan antara dugaan penganiayaan dan perkara yang sebelumnya diungkapkan Ilham belum dapat dipastikan. Identitas terduga pelaku, kronologi lengkap kejadian, serta kemungkinan adanya laporan resmi kepada kepolisian juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Kasus ini membutuhkan penelusuran aparat penegak hukum untuk mengungkap penyebab penganiayaan, mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan perlindungan terhadap korban.
Sementara itu, dugaan penipuan Rp540 juta dalam proyek revitalisasi yang sebelumnya diungkapkan Ilham merupakan persoalan terpisah yang juga memerlukan pemeriksaan berdasarkan bukti dan keterangan para pihak terkait.(*)


























