Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
HEADLINEHukum&kriminalMamasa

Kelangkaan LPG 3 Kg Dikeluhkan Warga Hahangang, Diduga Kuota Tidak Tersalurkan Penuh

264
×

Kelangkaan LPG 3 Kg Dikeluhkan Warga Hahangang, Diduga Kuota Tidak Tersalurkan Penuh

Sebarkan artikel ini

DentumNusantara.com, Mamasa – Warga Desa Hahangang, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, mengeluhkan kelangkaan tabung LPG 3 kilogram yang dalam beberapa waktu terakhir dinilai semakin sulit diperoleh. Kondisi tersebut memaksa sebagian masyarakat mencari tabung gas hingga ke kecamatan lain dengan harga yang lebih mahal.

Seorang warga Desa Hahangang berinisial H mengatakan kuota LPG 3 kilogram yang tercatat untuk desanya mencapai 30 tabung. Berdasarkan ketentuan harga eceran pangkalan yang diatur dalam Peraturan Bupati Mamasa, tabung bersubsidi itu seharusnya dijual seharga Rp21 ribu per tabung.
Namun, menurut H, harga yang diterapkan di pangkalan mencapai Rp25 ribu per tabung. Persoalan tidak berhenti pada harga. Ia menyebut jumlah tabung yang benar-benar tersedia di pangkalan jauh lebih sedikit dibandingkan kuota yang seharusnya diterima masyarakat.

“Kuotanya tercatat 30 tabung, tetapi yang tersedia kadang hanya 10 tabung, kadang 14 sampai 17 tabung. Tidak pernah sampai 30 tabung,” kata H kepada media, Kamis, 30 Juli 2026.
H menduga sebagian tabung LPG 3 kilogram yang menjadi jatah masyarakat Desa Hahangang dijual ke wilayah lain sehingga pasokan di desa menjadi berkurang. Dugaan tersebut, menurutnya, perlu ditelusuri oleh pihak terkait agar distribusi LPG bersubsidi tepat sasaran.

Akibat terbatasnya pasokan di pangkalan, warga terpaksa mencari LPG ke pengecer di Kecamatan Aralle hingga Kecamatan Mambi. Harga yang harus dibayar pun jauh lebih tinggi dibandingkan harga pangkalan.
“Kalau di pengecer Aralle biasanya Rp28 ribu sampai Rp35 ribu. Kalau di Mambi juga biasa Rp35 ribu per tabung,” ujarnya.

Menurut H, saat stok LPG semakin langka, masyarakat bahkan harus berkeliling seharian untuk mencari tabung gas. Tidak jarang upaya tersebut berakhir sia-sia karena stok di sejumlah pengecer juga telah habis.
“Kalau tabung lagi langka, kasihan kami masyarakat di desa. Seharian keliling cari tabung, dan untung kalau masih ada yang didapat,” katanya.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dan agen penyalur melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG 3 kilogram di Desa Hahangang. Mereka meminta kuota yang telah ditetapkan benar-benar sampai kepada masyarakat penerima manfaat serta memastikan harga jual di pangkalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan Pihak distributor LPG 3 KG dan dinas Perdagangan kabupaten Mamasa belum memberikan pernyataan resmi.(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *