Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
HEADLINEHukum&kriminalMamasa

Pertalite Masuk Sore, Malam Sudah Lenyap! Aktivis Mamasa Desak Polisi Bongkar Dugaan Mafia BBM Subsidi Di SPBU Takurimbi

479
×

Pertalite Masuk Sore, Malam Sudah Lenyap! Aktivis Mamasa Desak Polisi Bongkar Dugaan Mafia BBM Subsidi Di SPBU Takurimbi

Sebarkan artikel ini

DentumNusantara.com.MAMASA,Sulbar– Dugaan praktik mafia BBM subsidi kembali menjadi sorotan di Kabupaten Mamasa. Aktivis Mamasa, Arham, mendesak Polres Mamasa dan Polda Sulawesi Barat segera membongkar dugaan permainan distribusi Pertalite di SPBU Takurimbi, Kecamatan Mambi, yang dinilai telah merampas hak masyarakat kecil.

 

Menurut Arham, pola yang terjadi di lapangan menimbulkan tanda tanya besar. Tangki Pertalite masuk pada sore hari, namun hanya dalam hitungan jam stok untuk masyarakat dikabarkan sudah habis. Sementara itu, beredar informasi dan keluhan warga mengenai dugaan pengisian jeriken dalam jumlah besar yang keluar menggunakan kendaraan pik-up

“Ini bukan lagi sekadar keluhan masyarakat. Ini sudah menjadi dugaan skandal distribusi BBM subsidi yang harus dibongkar. Pertalite datang sore, malam sudah habis. Pertanyaannya, habis ke mana? Siapa yang menikmati ribuan liter BBM subsidi itu?” tegas Arham.

Ia menilai aparat penegak hukum tidak boleh menutup mata terhadap fenomena yang terus dikeluhkan masyarakat. Apalagi, menurutnya, seluruh jejak dugaan aktivitas tersebut dapat ditelusuri melalui rekaman CCTV, data transaksi digital, hingga keterangan petugas SPBU.

“CCTV ada, petugas ada, data transaksi ada. Jika memang tidak ada pelanggaran, buktikan kepada publik. Tetapi jika ditemukan adanya penyimpangan, siapapun yang terlibat wajib diproses hukum. Jangan biarkan mafia BBM tumbuh subur di tengah penderitaan Rakyat,” katanya.

Arham menyebut dugaan penyalahgunaan BBM subsidi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Pasalnya, subsidi yang bersumber dari uang negara seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk kepentingan segelintir pihak yang mencari keuntungan.

“Rakyat antre, rakyat susah mencari BBM, tetapi ada dugaan jeriken keluar penuh. Jika dugaan ini benar, maka ada hak rakyat yang dirampas secara sistematis. Ini bukan persoalan kecil. Ini menyangkut keadilan distribusi subsidi negara,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan pengawasan dari pihak terkait apabila benar terjadi pengisian jeriken dalam jumlah besar secara berulang.

“Kalau setiap hari masyarakat kehabisan BBM, sementara ada dugaan jeriken keluar dalam jumlah besar, maka publik berhak bertanya: di mana pengawasannya? Mengapa praktik seperti ini bisa terus berlangsung?” tambahnya.

TUNTUTAN TEGAS

1. Polres Mamasa dan Polda Sulbar segera melakukan penyelidikan terbuka terhadap dugaan mafia BBM subsidi di SPBU Takurimbi, termasuk memeriksa CCTV, data transaksi, petugas SPBU, dan pihak-pihak yang diduga terlibat.

2. Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas segera melakukan audit menyeluruh terhadap distribusi BBM subsidi di SPBU Takurimbi dan menjatuhkan sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran.

3. Pemerintah Kabupaten Mamasa segera mengambil langkah darurat untuk menjamin ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat Kecamatan Mambi.

Arham memberikan ultimatum kepada aparat penegak hukum agar tidak membiarkan persoalan ini menguap tanpa kejelasan.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika ada dugaan mafia BBM yang bermain, bongkar sampai ke akar-akarnya. Masyarakat Mambi berhak mendapatkan BBM subsidi, bukan janji dan alasan.”

Ia menegaskan, apabila dalam waktu 7×24 jam tidak ada langkah konkret dari aparat dan instansi terkait, pihaknya akan mengonsolidasikan gerakan masyarakat untuk melakukan aksi besar-besaran menuntut penegakan hukum.

“Subsidi adalah uang rakyat. Siapa pun yang diduga mempermainkan BBM subsidi harus bertanggung jawab di hadapan hukum. Negara tidak boleh kalah terhadap dugaan mafia BBM,” tutupnya.

Sampai berita ini dirilis, pihak SPBU Takurimbi belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan yang disampaikan masyarakat dan aktivis.(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *