DentumNusantara.com.MAMUJU, 25 Mei 2026 – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Fraksi Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Barat, Senin (25/5). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan kasus dugaan korupsi dalam pembebasan lahan Balai Latihan Kerja (BLK) Kalukku.
Massa aksi menilai penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkesan jalan di tempat, padahal kasus ini telah menjadi sorotan publik luas di Sulawesi Barat.
Ketua Fraksi Mahasiswa, Alim Bahri, dalam orasinya menegaskan bahwa pihaknya mendesak Polda Sulbar untuk segera memberikan kepastian hukum. Ia menyoroti dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat berinisial “S” yang namanya santer disebut-sebut dan viral dalam beberapa hari terakhir terkait kasus tersebut.
“Kami datang ke sini untuk menuntut ketegasan Polda Sulawesi Barat. Kasus pembebasan lahan BLK Kalukku ini bukan masalah sepele. Ada dugaan kuat keterlibatan oknum anggota DPRD Provinsi berinisial S yang saat ini sedang ramai dibicarakan masyarakat,” ujar Alim Bahri di sela-sela aksi.
Alim menambahkan, pihaknya mencurigai adanya intervensi atau hambatan yang membuat proses hukum terhadap oknum tersebut berjalan lambat. Fraksi Mahasiswa meminta penyidik Polda Sulbar untuk bersikap profesional dan tidak tebang pilih, siapa pun pelakunya yang terlibat.
“Kami minta Polda Sulbar bekerja secara transparan. Jika memang bukti-bukti sudah mengarah kepada oknum S, jangan ada lagi alasan untuk menunda pemeriksaan atau penetapan tersangka. Jangan biarkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri luntur karena kasus ini terkatung-katung,” tegasnya.
Selain melakukan orasi, massa juga melakukan konferensi pers yang mendesak Kapolda Sulawesi Barat untuk segera menuntaskan penyidikan dan memanggil paksa pihak-pihak yang diduga terlibat.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa aksi masih menunggu tanggapan resmi dari pihak Humas Polda Sulawesi Barat terkait perkembangan terkini penyidikan kasus lahan BLK Kalukku. Pihak Fraksi Mahasiswa menegaskan akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera diakomodasi.(*)

























