MAMASA DentumNusantara.com, – Dugaan praktik setoran dalam proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kembali mencuat. Ratusan juta rupiah diduga disetorkan kepada salah satu oknum anggota DPR RI melalui paket jasa pengiriman J&T. Setoran tersebut disebut berasal dari kepala sekolah taman kanak-kanak (TK) atau pemilik yayasan, sehari setelah pencairan anggaran tahap 70 persen.
Informasi itu diungkapkan seorang narasumber berinisial BG. Ia menyebut dugaan setoran tersebut bukan sekadar informasi lisan. BG mengaku mengantongi sejumlah bukti komunikasi berupa percakapan WhatsApp dan rekaman telepon yang diduga melibatkan pemilik yayasan, kepala sekolah TK, serta pihak yang disebut sebagai anggota DPR RI.
Menurut BG, komunikasi tersebut berkaitan dengan dugaan permintaan dan penyerahan sejumlah uang dalam pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah di Mamasa.
Tak hanya mengarah kepada pihak legislatif, BG juga membeberkan dugaan aliran uang puluhan juta rupiah ke lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa.
Dugaan itu merujuk pada sebuah rekaman percakapan telepon yang disebut melibatkan oknum kepala sekolah TK dan seorang pejabat fungsional pada bidang PAUD/TK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa. Percakapan tersebut diduga membahas permintaan setoran terkait proyek revitalisasi sekolah.
Jika bukti komunikasi yang diklaim BG benar dan dapat diverifikasi, informasi tersebut membuka dugaan adanya praktik permintaan uang yang melibatkan sejumlah pihak dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah.
Untuk menelusuri informasi tersebut, wartawan berupaya meminta konfirmasi kepada pihak-pihak yang namanya atau posisinya disebut dalam keterangan BG.
Pemilik yayasan berinisial RM, yang diduga mengetahui persoalan tersebut, memilih bungkam saat dikonfirmasi. Sementara itu, Kepala Bidang PAUD/TK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa hanya menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di Makassar karena sakit.
“Saya lagi di Makassar, sedang sakit,” ujarnya saat dihubungi wartawan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan substantif dari pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut. Pihak yang diduga menerima setoran maupun pihak yang disebut terlibat dalam percakapan terkait permintaan uang juga belum memberikan klarifikasi.
Dugaan ini menyisakan pertanyaan serius mengenai transparansi pengelolaan anggaran revitalisasi sekolah di Kabupaten Mamasa. Terutama mengenai kemungkinan adanya permintaan setoran setelah pencairan anggaran serta pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari proyek yang semestinya diperuntukkan bagi peningkatan kualitas sarana pendidikan.
BG menyatakan memiliki bukti komunikasi yang dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan praktik tersebut. Keaslian rekaman, isi percakapan, identitas pihak yang terlibat, serta aliran uang masih perlu ditelusuri lebih lanjut.(*)


























