Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pinrang

Kembali ke Tanah Kelahiran: Merajut Pengabdian, Menyemai Keikhlasan, Melayani dengan Hati di Bumi Lasinrang

256
×

Kembali ke Tanah Kelahiran: Merajut Pengabdian, Menyemai Keikhlasan, Melayani dengan Hati di Bumi Lasinrang

Sebarkan artikel ini

DentumNusantara.com.Pinrang,–Setelah mengabdikan diri di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap pada 2021–2025, sejak 1 November 2025 saya mendapat amanah untuk bertugas di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, tanah kelahiran saya.

Bagi saya, kembali ke Kabupaten Pinrang bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan atau melanjutkan pengabdian. Ini adalah sebuah kepulangan yang sarat makna.

Di tanah inilah Allah SWT menakdirkan saya pertama kali menghirup udara kehidupan, menjejakkan kaki di dunia, serta merasakan kehangatan cinta dan kasih sayang keluarga. Saya lahir dan tumbuh di sebuah rumah sederhana di Punnia, Desa Marannu, Kecamatan Mattiro Bulu.

Setiap sudut Bumi Lasinrang menyimpan kenangan dan ikatan batin yang tidak akan pernah pudar. Karena itu, ketika amanah membawa saya kembali ke tanah kelahiran, ada rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar yang menyertainya.

Sejak 1 November 2025, saya dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang. Bagi saya, jabatan ini bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan ketulusan dan penuh tanggung jawab.

Saya hadir untuk berkhidmat dan menjadi wasilah dalam merajut keharmonisan antara umat, ulama, dan umara. Bersama seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, kami berkomitmen membangun sinergi dan kolaborasi yang kokoh dengan Pemerintah Kabupaten Pinrang, Bupati dan Wakil Bupati Pinrang, serta seluruh pemangku kepentingan.

Kami siap mendukung visi, misi, dan program Pemerintah Kabupaten Pinrang, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan memajukan kehidupan beragama di daerah yang kita cintai bersama.

Bagi saya, seluruh ASN dan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Pinrang adalah keluarga sendiri. Tidak boleh ada sekat yang memisahkan. Setiap orang memiliki peran yang sama penting sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Rumah besar Kementerian Agama Kabupaten Pinrang hanya akan berdiri kokoh apabila seluruh keluarga di dalamnya saling menopang, menghargai, dan berjalan berdampingan.

Dalam menjalankan pelayanan, saya selalu berusaha memegang teguh prinsip bekerja dengan hati, dilandasi keikhlasan dan ketulusan. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW yang senantiasa menjadi pegangan: “Gembirakanlah, jangan membuat takut; permudahlah, jangan mempersulit.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan kepada masyarakat bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga menghadirkan kemudahan, ketenangan, keramahan, dan rasa keadilan.

Pada akhirnya, pengabdian adalah tentang bagaimana amanah dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kembali ke tanah kelahiran memberi saya kesempatan untuk membalas cinta tanah tempat saya dilahirkan dengan karya dan pelayanan.

Marilah kita menjadikan setiap langkah pengabdian sebagai ladang ibadah. Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan mampu membawa ketenangan, kedamaian, kemajuan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pinrang.

Pinrang, 30 Agustus 2026

Muhammad Idris Usman

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Polda Sulsel

DentumNusantara.com, Pinrang – Tim SAR Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan yang sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Enrekang untuk melaksanakan tugas kemanusiaan, mendadak menghentikan laju kendaraan setelah menemukan sebuah rumah warga yang terbakar di Kampung Paleteang II, Kelurahan Temmasarangnge, Kabupaten Pinrang, Sabtu (01/08/2026). Melihat kobaran api yang membesar dan warga berupaya melakukan pemadaman secara mandiri, personel Tim SAR Batalyon B Pelopor langsung turun dari kendaraan untuk memberikan bantuan. Bersama masyarakat, personel Brimob berjibaku memadamkan api serta mengamankan area sekitar agar kobaran tidak merambat ke rumah warga lainnya. Berkat respons cepat personel dan kerja sama dengan warga, api berhasil dikendalikan sehingga potensi kerugian yang lebih besar dapat diminimalisasi. Setelah memastikan situasi aman, Tim SAR kembali melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Enrekang untuk melaksanakan tugas yang telah dijadwalkan. Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel, Kompol Dr. Ramli, mengatakan bahwa tindakan cepat personelnya merupakan bentuk komitmen Brimob untuk selalu hadir memberikan pertolongan kepada masyarakat, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan. “Personel Brimob tidak hanya menjalankan tugas sesuai penugasan, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Saat melihat adanya kebakaran di tengah perjalanan, personel kami langsung mengambil tindakan cepat untuk membantu proses pemadaman dan memastikan keselamatan warga. Ini merupakan implementasi dari motto Brimob, yaitu Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” ujar Kompol Dr. Ramli. Ia menambahkan bahwa setiap personel Brimob dibekali kemampuan dalam penanganan keadaan darurat sehingga diharapkan mampu memberikan respons cepat terhadap berbagai situasi yang mengancam keselamatan masyarakat. “Kami…