DentumNusantara.com.Pinrang,–Setelah mengabdikan diri di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap pada 2021–2025, sejak 1 November 2025 saya mendapat amanah untuk bertugas di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, tanah kelahiran saya.
Bagi saya, kembali ke Kabupaten Pinrang bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan atau melanjutkan pengabdian. Ini adalah sebuah kepulangan yang sarat makna.
Di tanah inilah Allah SWT menakdirkan saya pertama kali menghirup udara kehidupan, menjejakkan kaki di dunia, serta merasakan kehangatan cinta dan kasih sayang keluarga. Saya lahir dan tumbuh di sebuah rumah sederhana di Punnia, Desa Marannu, Kecamatan Mattiro Bulu.
Setiap sudut Bumi Lasinrang menyimpan kenangan dan ikatan batin yang tidak akan pernah pudar. Karena itu, ketika amanah membawa saya kembali ke tanah kelahiran, ada rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar yang menyertainya.
Sejak 1 November 2025, saya dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang. Bagi saya, jabatan ini bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan ketulusan dan penuh tanggung jawab.
Saya hadir untuk berkhidmat dan menjadi wasilah dalam merajut keharmonisan antara umat, ulama, dan umara. Bersama seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, kami berkomitmen membangun sinergi dan kolaborasi yang kokoh dengan Pemerintah Kabupaten Pinrang, Bupati dan Wakil Bupati Pinrang, serta seluruh pemangku kepentingan.
Kami siap mendukung visi, misi, dan program Pemerintah Kabupaten Pinrang, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan memajukan kehidupan beragama di daerah yang kita cintai bersama.
Bagi saya, seluruh ASN dan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Pinrang adalah keluarga sendiri. Tidak boleh ada sekat yang memisahkan. Setiap orang memiliki peran yang sama penting sesuai tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
Rumah besar Kementerian Agama Kabupaten Pinrang hanya akan berdiri kokoh apabila seluruh keluarga di dalamnya saling menopang, menghargai, dan berjalan berdampingan.
Dalam menjalankan pelayanan, saya selalu berusaha memegang teguh prinsip bekerja dengan hati, dilandasi keikhlasan dan ketulusan. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW yang senantiasa menjadi pegangan: “Gembirakanlah, jangan membuat takut; permudahlah, jangan mempersulit.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan kepada masyarakat bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga menghadirkan kemudahan, ketenangan, keramahan, dan rasa keadilan.
Pada akhirnya, pengabdian adalah tentang bagaimana amanah dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kembali ke tanah kelahiran memberi saya kesempatan untuk membalas cinta tanah tempat saya dilahirkan dengan karya dan pelayanan.
Marilah kita menjadikan setiap langkah pengabdian sebagai ladang ibadah. Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan mampu membawa ketenangan, kedamaian, kemajuan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pinrang.
Pinrang, 30 Agustus 2026
Muhammad Idris Usman
















