Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Wabup Barru: Jangan Berhenti di Sertifikat, Jadikan Keterampilan sebagai Jalan Menuju Kemandirian

70
×

Wabup Barru: Jangan Berhenti di Sertifikat, Jadikan Keterampilan sebagai Jalan Menuju Kemandirian

Sebarkan artikel ini

dentumnusantara.comBARRU — Pemerintah Kabupaten Barru terus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat sebagai salah satu langkah membuka lapangan kerja sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, saat membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch IV Tahun 2026 di Baruga Singkeru Adae, Rumah Jabatan Bupati Barru, Kamis (3/9/2026).

Mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Abustan menekankan bahwa pelatihan vokasi harus mampu melahirkan keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dunia kerja, maupun pengembangan usaha.

Ia mengapresiasi dukungan Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, Ashari Arifuddin, beserta jajaran dan para instruktur yang terus menghadirkan program pelatihan bagi masyarakat Barru.
Menurut Abustan, peluang pengembangan keterampilan vokasi di Kabupaten Barru sangat terbuka. Karena itu, peserta diminta tidak menjadikan pelatihan hanya sebagai sarana memperoleh sertifikat.

“Ijazah hanya mengantar kita ke dua tempat, yaitu tempat melamar pekerjaan dan tempat interview.
Tetapi yang mengantar kita menuju kesuksesan adalah keterampilan dan kemampuan yang kita miliki,” ujar Abustan.
Ia menegaskan, ilmu yang diperoleh selama pelatihan harus langsung dipraktikkan, kemudian dikembangkan dan dibagikan kepada orang lain.

“Yang pertama, ikuti pelatihannya, kemudian praktikkan. Kalau sudah dipraktikkan, ajarkan. Kemudian kalau ada yang gagal, tanyakan apa yang salah dan perbaiki. Siklus itulah yang akan membuat kita menjadi profesional,” tegasnya.

Dorong Peserta Berani Jadi Wirausaha
Abustan juga mengajak peserta membangun pola pikir kewirausahaan. Menurutnya, berbagai keterampilan yang diberikan melalui pelatihan memiliki peluang ekonomi apabila dikembangkan secara inovatif dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Mulai dari digital marketing, tata rias, public speaking, smart farming, hingga pengolahan pangan, seluruhnya dinilai dapat menjadi modal untuk membuka peluang usaha.
Khusus peserta pelatihan public speaking, Abustan mengingatkan pentingnya memperluas wawasan dengan membangun kebiasaan membaca.

“Tidak ada hari tanpa membaca. Orang yang mampu berbicara dengan baik biasanya memiliki pengetahuan yang luas. Mulailah dengan konsisten membaca, meskipun hanya 15 menit setiap hari,” pesannya.

Lebih jauh, ia menyoroti besarnya potensi sumber daya lokal Barru yang menurutnya masih dapat dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Berbagai komoditas seperti bandeng, nenas, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, rebung, kolang-kaling, rumput laut hingga kopi disebut memiliki peluang untuk diolah menjadi produk unggulan daerah.

“Jangan hanya berpikir bagaimana menjual bahan mentah dengan harga murah. Kita harus berpikir bagaimana bahan itu bisa diolah menjadi produk yang nilainya berkali-kali lipat,” katanya.

Ia mencontohkan bandeng yang dapat diolah menjadi bandeng presto, nenas menjadi selai dan sirup, ubi kayu menjadi beragam produk pangan, serta kacang tanah dan rebung yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai jual.
Menurut Abustan, keberanian melakukan inovasi menjadi kunci agar produk lokal Barru mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Yang harus kita cari adalah keunikan. Apa yang ada di Barru, apa yang menjadi ciri khas kita, kemudian dikembangkan, dikemas dengan baik dan dipasarkan. Itu yang akan menjadi kekuatan kita,” ujarnya.

Bukan Hanya Produk, Kemasan dan Branding Juga Penting
Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa kualitas produk saja belum cukup. Pelaku usaha harus memperhatikan kemasan, branding, pemasaran digital, legalitas hingga sertifikasi agar produk lokal dapat menembus pasar yang lebih luas.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan, pemerintah desa, pelaku usaha dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pengembangan produk unggulan Barru.
Ia juga meminta peserta tidak takut memulai usaha, termasuk dengan membentuk kelompok usaha jika belum mampu berjalan secara mandiri.

“Jangan selalu berpikir sendiri. Kalau belum mampu memulai sendiri, bisa berkelompok. Yang penting berani memulai, terus belajar dan terus memperbaiki,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Abustan menyampaikan harapan Bupati Barru agar seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh.

“Atas nama Ibu Bupati Barru, kami berharap pelatihan ini betul-betul dijalankan, diikuti dengan baik, dan yang terpenting adalah diimplementasikan.

Jangan sampai ilmu yang diperoleh hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi harus menjadi keterampilan yang dapat memberikan manfaat dan membuka peluang usaha,” terang Abustan.

BPVP Pangkep Intervensi 160 Peserta
Sementara itu, Kepala BPVP Pangkep Ashari Arifuddin mengatakan, Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch IV di Kabupaten Barru dirancang agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi masyarakat, kesempatan kerja, serta lahirnya wirausaha baru.
Pada batch kali ini, BPVP Pangkep mengintervensi 160 peserta melalui berbagai bidang pelatihan.

Program tersebut meliputi Digital Marketing, Merias Wajah, Public Speaking, Smart Farming, Coffee Bean Roasting, Pengolahan Sampah Organik, Teknik Las, Peracikan Minuman Kopi, serta Pembuatan Roti dan Kue.

Ashari berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga kompetensi yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja, dunia industri, maupun membangun usaha secara mandiri.

Ia juga membuka peluang pelaksanaan program pelatihan lanjutan di Kabupaten Barru. Selain itu, BPVP Pangkep mendorong pemanfaatan kerja sama dengan Kementerian Sosial untuk menghadirkan pelatihan sekaligus dukungan peralatan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.

“Harapan kami, pelatihan ini benar-benar berdampak dan kompetensi yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk bekerja, berwirausaha, serta meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *