DENTUMNUSANTARA.COM, Barru — Suasana penuh khidmat dan keberkahan menyelimuti kegiatan Safari Salat Subuh Berjamaah yang digelar Majelis Syuhada Kota Parepare pada Jumat Subuh (1/5/2026). Ratusan jemaah yang dikenal sebagai “Pejuang Subuh” memadati Masjid Besar Ad Da’wah Mangkoso, Kabupaten Barru, dengan balutan busana serba putih yang menciptakan pemandangan yang begitu kompak dan menyejukkan.
Kegiatan kali ini terasa istimewa karena masjid tersebut memiliki nilai sejarah spiritual yang mendalam. Ketua Yayasan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, H. Safaruddin Latif, mengungkapkan bahwa masjid ini diyakini sebagai tempat turunnya Lailatul Qadar pada masa hidup ulama kharismatik AGKH Abdul Rahman Ambo Dalle.
“Di tempat inilah Anre Gurutta Ambo Dalle berdoa ketika malam Lailatul Qadar turun. Ini menjadi keistimewaan tersendiri bagi masjid ini,” tutur Safaruddin saat menyambut rombongan jemaah.
Ia pun berharap, kehadiran Majelis Syuhada tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi sesaat, tetapi mampu menghadirkan ikatan yang terus terjaga sepanjang hayat. Safaruddin juga menilai konsep 3S yang diusung Majelis Syuhada—salat, sedekah, dan silaturahmi—sangat relevan diterapkan di lingkungan Masjid Ad Da’wah yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Pengurus Masjid Besar Ad Da’wah Mangkoso, Drs. H. M. Akil, M.Pd., yang menyambut hangat kehadiran rombongan. Ia berharap keberkahan terus mengalir melalui semangat kebersamaan tersebut.
Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. Muh. Agus menjelaskan keutamaan salat Subuh berjamaah, khususnya di hari Jumat. Ia menyebut terdapat tiga kemuliaan yang bertemu dalam momen tersebut, yaitu kemuliaan salat Subuh sebagai salat paling utama, kemuliaan berjamaah sebagai bentuk pelaksanaan terbaik, serta kemuliaan hari Jumat sebagai penghulu segala hari.
“Segala amal kebaikan di hari Jumat dilipatgandakan, termasuk sedekah yang nilainya jauh lebih besar dibanding hari lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Muassis Majelis Syuhada, H. Bakhtiar Syarifuddin (HBS), menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari pihak pesantren dan pengurus masjid. Ia mengungkapkan bahwa gerakan Safari Subuh yang telah berjalan selama 21 bulan kini diikuti sekitar 700 jemaah yang istiqamah.
Menurut HBS, kegiatan ini tidak hanya berlangsung di Parepare, tetapi juga telah menjangkau sejumlah daerah seperti Pinrang, Sidrap, Rappang, hingga Barru, dan akan terus berlanjut ke wilayah lain seperti Belawa di Wajo dan Polewali Mandar.
Dalam kesempatan itu, HBS juga memperkenalkan sejumlah tokoh yang konsisten mendampingi kegiatan tersebut, mulai dari unsur tokoh masyarakat hingga pejabat daerah.
Menutup kegiatan, para jemaah melaksanakan salat sunah bersama, kemudian melanjutkan ziarah ke makam AGKH Abdul Rahman Ambo Dalle yang berada di area masjid. Mereka juga berkesempatan melihat Al-Qur’an raksasa 30 juz yang ditulis tangan oleh para santri, menjadi simbol dedikasi dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di lingkungan pesantren tersebut.
Safari Subuh ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah, menebar kebaikan, serta menghidupkan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
















