DentumNusantara.com, BARRU – Dinginnya udara Subuh di Palanro, Kabupaten Barru, Jumat (25/9/2026), tak mampu menyurutkan semangat ratusan jamaah untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
Sejak sekitar pukul 04.00 WITA, suasana di sekitar Masjid Besar Taqwa Palanro, Jl. Condang, Poros Makassar, Kecamatan Mallusetasi, mulai dipadati jamaah. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak memenuhi area sekitar masjid hingga kawasan Lapangan Bola Kecamatan Mallusetasi.
Ratusan Pejuang Subuh Majelis Syuhada Kota Parepare datang secara berombongan dan kemudian berbaur bersama jamaah setempat. Kehadiran mereka kembali membawa semangat gerakan “Putihkan & Rapatkan Shaf”, sebuah ajakan untuk menghidupkan masjid melalui shalat berjamaah, khususnya Shalat Subuh.
Suasana semakin semarak ketika jamaah mulai memenuhi ruang utama masjid. Barisan shaf tampak rapat dan memanjang, sementara sebagian jamaah lainnya memenuhi bagian teras dan area sekitar masjid.
Kegiatan Safari Shalat Subuh berjamaah ini menjadi momentum silaturahmi antara Pejuang Subuh Majelis Syuhada Parepare dengan masyarakat Palanro dan jamaah Masjid Besar Taqwa.
Bacaan Imam yang Mengantarkan Jamaah dalam Kekhusyukan
Shalat Subuh berjamaah dipimpin oleh Hilal Mansyur, S.Pd.I. sebagai imam.
Bacaan Al-Qur’an yang tartil dan merdu mengiringi jamaah dalam menjalankan dua rakaat Shalat Subuh. Suasana masjid yang sebelumnya dipenuhi semangat dan keramaian seketika berubah menjadi hening dan khusyuk.
Jamaah larut dalam bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan doa yang dipanjatkan dengan penuh pengharapan kepada Allah SWT.
Usai shalat, jamaah tidak langsung beranjak meninggalkan masjid. Mereka tetap bertahan untuk mengikuti tausiah yang disampaikan oleh KM. H. Syahriadi Al-Bugisyi, S.Hi., MA, Pembina Pondok Pesantren DDI Mangkoso Barru.
“Rahasia Hidup Berkah”: Enam Pesan yang Menggugah Jamaah
Dalam ceramahnya, Ustadz Syahriadi mengangkat tema “RAHASIA HIDUP BERKAH – Perbanyak Syukur, Istighfar, dan Menjadi Hamba yang Bermanfaat.”
Ceramah tersebut disampaikan dengan gaya khas yang menggugah, diselingi pesan-pesan kehidupan yang dekat dengan keseharian jamaah.
Ada enam pesan kunci yang disampaikan dan menjadi bahan renungan bersama.
Pertama, Tidak Ada Kalkulator yang Mampu Menghitung Nikmat.
Manusia sering kali sibuk menghitung apa yang belum dimiliki, sementara nikmat yang telah diberikan Allah SWT tidak terhitung jumlahnya.
Nikmat kesehatan, kesempatan hidup, keluarga, rezeki, udara yang dihirup, hingga kesempatan dapat hadir di masjid untuk melaksanakan Shalat Subuh berjamaah merupakan karunia yang patut disyukuri.
Karena itu, syukur bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan dengan menggunakan nikmat Allah untuk melakukan kebaikan.
Kedua, Jangan Sibuk Mencari Aib Orang.
Jamaah diajak untuk lebih banyak melakukan introspeksi diri daripada sibuk mencari dan membicarakan kekurangan orang lain.
Setiap manusia memiliki kekurangan dan kesalahan. Karena itu, menjaga lisan, menutup aib sesama dan memperbaiki diri menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju kehidupan yang berkah.
Ketiga, Ahli Ibadah Bukan Hanya Orang yang Banyak Shalat Sunnahnya.
Pesan ini mengingatkan bahwa kualitas ibadah tidak berhenti pada banyaknya ritual yang dilakukan.
Seorang ahli ibadah juga tercermin dari akhlaknya, kepeduliannya terhadap sesama, kejujurannya, serta manfaat yang dapat diberikan kepada lingkungan.
Ibadah yang baik semestinya melahirkan pribadi yang semakin rendah hati, semakin peduli dan semakin bermanfaat bagi orang lain.
Keempat, Awas Menjadi Orang Bangkrut di Akhirat.
Ustadz Syahriadi mengingatkan jamaah tentang makna kerugian yang sesungguhnya.
Seseorang bisa saja datang dengan membawa banyak amal, tetapi kehilangan pahala karena menyakiti orang lain, menzalimi sesama, mengambil hak orang lain atau melakukan perbuatan yang merugikan.
Pesan tersebut membuat jamaah kembali merenungkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah sekaligus menjaga hubungan dengan sesama manusia.
Kelima, Belajarlah dari Matahari dan Gunung.
Matahari memberikan cahaya dan manfaat bagi kehidupan tanpa memilih siapa yang akan menerima sinarnya.
Begitu pula gunung yang menjadi bagian dari keseimbangan alam dan memberi manfaat bagi kehidupan.
Dari keduanya, jamaah diajak untuk belajar menjadi manusia yang kehadirannya memberikan manfaat, bukan justru menjadi sumber masalah bagi orang lain.
Keenam, Atap Dibongkar Pertama Kali.
Pesan terakhir menjadi bagian yang cukup mengena bagi jamaah. Ustadz Syahriadi mengajak jamaah untuk memahami bahwa dalam memperbaiki kehidupan, terkadang diperlukan keberanian untuk membongkar sesuatu yang selama ini dianggap sudah biasa, termasuk kebiasaan buruk dan pola hidup yang tidak membawa keberkahan.
Enam pesan tersebut disampaikan dengan gaya ceramah yang komunikatif dan penuh penekanan. Tak sedikit jamaah yang tampak tertunduk, menyimak dengan serius, bahkan larut dalam suasana haru.
Ketua DKM Apresiasi Kehadiran Majelis Syuhada
Ketua DKM Masjid Besar Taqwa Palanro, Drs. H. Nahnu, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dipilihnya masjid tersebut sebagai salah satu lokasi Safari Subuh Majelis Syuhada Parepare.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada berbagai pihak yang hadir dan mendukung kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Lurah Pangempang, Lurah Palanro, Anggota DPRD Barru Rusdi Cara, Camat Mallusetasi Andi Sandy Mulaputra, SE., MM, Muassis H. Bakhtiar Syarifuddin, H. Pangeran Rahim, Lurah Wattang Bacukiki Mursal, SE, yang sempat hadir, dan seluruh jamaah Majelis Syuhada Parepare,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan suasana masjid dengan kehadiran jamaah dalam jumlah besar.
“Terima kasih karena masjid kami terpilih menjadi tempat silaturahmi. Kegiatan Pejuang Subuh ini pahalanya sungguh luar biasa. Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan,” tuturnya.
H. Bakhtiar: Gerakan Ini untuk Memakmurkan Masjid
Sementara itu, Muassis Majelis Syuhada Parepare, H. Bakhtiar Syarifuddin, SE, kembali menegaskan bahwa gerakan Pejuang Subuh bukan sekadar kegiatan berkumpul dan melaksanakan shalat berjamaah.
Menurutnya, Majelis Syuhada merupakan kelompok ibadah yang berada dalam satu gerakan dengan tujuan mendorong masyarakat agar semakin aktif memakmurkan masjid.
“Kami adalah kelompok ibadah dalam satu gerakan yang bermaksud memicu masyarakat untuk bergerak memakmurkan masjid,” jelas H. Bakhtiar.
Ia menyebutkan, ada tiga hal yang terus diistiqamahkan oleh Majelis Syuhada, yakni shalat berjamaah, sedekah Subuh dan silaturahmi.
“Shalat berjamaah, terutama Subuh yang pahalanya seperti shalat semalam suntuk, sedekah Subuh yang didoakan malaikat, dan silaturahmi yang memanjangkan umur dan melapangkan rezeki,” ungkapnya.
Di hadapan jamaah, H. Bakhtiar juga menyampaikan pesan yang selama ini menjadi ciri khas Majelis Syuhada setiap kali Safari Subuh.
“Ingat, jangan bergerak pulang sebelum bersilaturahmi, bersalam-salaman.”
Pesan tersebut kemudian diwujudkan jamaah dengan saling berjabat tangan dan bersalaman seusai seluruh rangkaian kegiatan.
H. Bakhtiar juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekitar apabila kehadiran ratusan jamaah dari Parepare menimbulkan kebisingan atau ketidaknyamanan.
Ia sekaligus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah setempat, pengurus Masjid Besar Taqwa Palanro, serta seluruh jamaah yang telah menerima kedatangan Majelis Syuhada dengan penuh kehangatan.
Ditutup Salam-Salaman, Pejuang Subuh Bersiap Melanjutkan Safari
Safari Shalat Subuh di Masjid Besar Taqwa Palanro akhirnya ditutup dengan suasana penuh keakraban.
Jamaah dari Parepare dan jamaah setempat saling berjabat tangan. Tak ada sekat antara tamu dan tuan rumah. Masjid menjadi titik temu untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat semangat memakmurkan rumah Allah.
Kehadiran ratusan Pejuang Subuh juga meninggalkan kesan tersendiri bagi masyarakat Palanro. Masjid yang sejak dini hari telah dipenuhi jamaah itu menjadi saksi bahwa semangat menghidupkan Shalat Subuh berjamaah terus bergerak dari satu daerah ke daerah lainnya.
Setelah dari Palanro, rombongan Majelis Syuhada Kota Parepare dijadwalkan melanjutkan perjalanan Safari Subuh menuju Masjid Agung Al-Munawir Pinrang.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar panjang Pejuang Subuh untuk terus mengajak masyarakat “Putihkan & Rapatkan Shaf”, memakmurkan masjid, memperbanyak silaturahmi dan menjadikan Subuh sebagai awal yang penuh keberkahan dalam menjalani kehidupan.
















