Dentumnusantara.comBARRU – Tudang Sipulung yang digelar Kelompok Tani To Nepo di Rumah Tani To Nepo, Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Jumat (24/7/2026), menjadi lebih dari sekadar forum musyawarah.
Dari pertemuan itu lahir komitmen bersama untuk membangun pertanian dari bawah, diawali dengan aksi nyata petani membuka akses jalan usaha tani secara swadaya dan merancang pembangunan jembatan tani demi mendukung produktivitas sektor pertanian.
Mengusung tema “Bersatu, Berbagi, Maju Bersama untuk Petani Sejahtera”, kegiatan yang digelar bersama Agrotech Corn Indonesia tersebut mempertemukan petani, kelembagaan tani, dan mitra dunia usaha dalam satu ruang kolaborasi guna membahas pengembangan budidaya jagung, penerapan teknologi pertanian, hingga strategi meningkatkan kesejahteraan petani.
Hadir dalam kegiatan itu Direktur Utama Agrotech Corn Indonesia, Hardi Arfandy beserta jajaran, Ketua Kelompok Tani Sipakainge Suardi Sele, Ketua Kelompok Tani Pakka II Emmanung, Ketua Kelompok Tani Hutan Salama, Ketua Kelompok Tani Mareppang Jabaruddin, Ketua Kelompok Tani Sipammase-Mase II Muhammad Syukur, Ketua Kelompok Wanita Tani Kasih Ibu Sumriani, Ketua KTNA Mallusetasi Hasanuddin, serta anggota Kelompok Tani To Nepo.
Ketua Kelompok Tani To Nepo, Darman, mengatakan Tudang Sipulung menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mempererat kemitraan yang mampu mendorong kemajuan pertanian di Kabupaten Barru.
Menurutnya, semangat gotong royong petani kini telah diwujudkan melalui perintisan jalan usaha tani secara swadaya. Kehadiran akses tersebut diharapkan memperlancar mobilitas petani, mempercepat distribusi hasil panen, sekaligus memudahkan pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian.
Tidak hanya itu, kelompok tani juga telah menyusun rencana pembangunan jembatan tani agar alat dan mesin pertanian, seperti traktor roda empat (TR4) dan combine harvester, dapat menjangkau areal persawahan dan perkebunan secara lebih efektif.
“Alhamdulillah, antusiasme petani sangat tinggi mengikuti kegiatan ini. Perintisan jalan menuju lahan pertanian menjadi motivasi baru karena akses semakin mudah. Kami berharap kolaborasi dengan Agrotech Corn Indonesia dapat terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan produktivitas, hasil panen, dan kesejahteraan petani,” ujar Darman.
Sementara itu, Direktur Utama Agrotech Corn Indonesia, Hardi Arfandy, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus hadir mendampingi petani melalui inovasi dan teknologi pertanian.
Ia menyampaikan bahwa dukungan terhadap pembangunan jalan usaha tani, pengembangan teknologi pengering jagung (dryer), serta pendampingan budidaya merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing komoditas jagung Barru.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak dapat dicapai hanya oleh petani atau pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan dunia usaha agar inovasi yang diterapkan mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 WITA itu ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjadikan Tudang Sipulung sebagai agenda berkelanjutan.
Semangat yang tumbuh dari Desa Nepo menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, ketika petani memilih bergerak bersama, membangun akses, menghadirkan inovasi, dan memperkuat kemitraan demi mewujudkan pertanian Barru yang maju, mandiri, dan sejahtera.
















