PAREPARE, DentumNusantara.com – Seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Tambi T., mengaku kehilangan dana sekitar Rp100 juta dari rekening tabungannya. Kasus tersebut kini menjadi perhatian setelah korban menyatakan saldo rekeningnya berkurang secara signifikan tanpa sepengetahuannya.
Tambi mengaku baru mengetahui saldo tabungannya menyusut drastis meski merasa tidak pernah melakukan transaksi penarikan maupun transfer. Ia mengaku telah mendatangi BRI Unit Ujung dan Kantor Cabang BRI Parepare untuk meminta penjelasan terkait peristiwa tersebut, namun hingga kini masih menunggu hasil penelusuran dari pihak bank.
«”Saya sudah ke BRI Unit Ujung dan juga ke BRI Cabang, tetapi belum ada penjelasan yang memuaskan. Saya tidak tahu kenapa uang saya bisa hilang dari rekening,” ujar Tambi.»
Menurut Tambi, dirinya yang telah berusia lanjut tidak pernah memiliki maupun menggunakan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Namun, berdasarkan informasi awal yang diterimanya dari pihak bank, transaksi yang menyebabkan berkurangnya saldo rekening diduga tercatat melalui penggunaan kartu ATM.
Keterangan tersebut menimbulkan tanda tanya, mengingat korban mengaku tidak pernah mengajukan ataupun memegang kartu ATM selama menjadi nasabah.
Menanggapi laporan tersebut, Direktur IKRA Parepare, Uspa Hakim, meminta agar persoalan ini ditelusuri secara transparan dan menyeluruh. Menurutnya, apabila benar transaksi terjadi melalui ATM sementara nasabah tidak memiliki kartu ATM, maka kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius.
«”Kalau benar korban tidak memiliki kartu ATM, tetapi transaksi tercatat menggunakan ATM, tentu ini perlu diusut. Aparat penegak hukum perlu menelusuri apakah ada dugaan tindak pidana atau ada celah pada sistem yang dimanfaatkan pihak tertentu,” kata Uspa.»
Ia juga berharap sistem pengamanan perbankan dievaluasi apabila nantinya ditemukan indikasi penyalahgunaan yang merugikan nasabah.
Sementara itu, pihak manajemen BRI Cabang Parepare menegaskan berkomitmen memberikan pendampingan kepada nasabah dan melakukan penelusuran atas laporan tersebut. Perwakilan Manajemen BRI Cabang Parepare, Hendra, mengatakan pihaknya telah mengundang Tambi untuk datang ke kantor cabang agar proses klarifikasi dapat dilakukan secara langsung.
«”Kami ingin bertemu langsung dengan nasabah agar dapat menelusuri bersama riwayat transaksi yang terjadi. Apabila beliau berkenan datang besok sekitar pukul 08.00 WITA saat jam pelayanan dimulai, kami siap membantu melakukan pengecekan lebih lanjut,” ujar Hendra.»
Hendra menjelaskan, dalam pertemuan tersebut pihak bank akan melakukan verifikasi terhadap riwayat transaksi rekening, status kepemilikan kartu ATM, serta pemeriksaan data dan log sistem guna mengetahui penyebab pasti berkurangnya saldo rekening nasabah.
BRI berharap proses klarifikasi bersama dapat mengungkap kronologi secara utuh sehingga penyebab berkurangnya dana dalam rekening dapat dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan. Hingga berita ini diterbitkan, proses penelusuran oleh pihak bank masih dijadwalkan berlangsung dan hasilnya masih menunggu penyampaian resmi dari BRI.(*)
















