DentumNusantar.com, SIDRAP — Ratusan jamaah memadati Masjid Babul Jannah, Kelurahan Carawali, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, dalam Gerakan Safari Shalat Subuh Berjamaah yang digelar Pejuang Subuh Majelis Syuhada Kota Parepare, Jumat subuh, 28 Agustus 2026 pukul 04.00 WITA.
Kegiatan shalat subuh berjamaah ini dipimpin imam ustadz Nur As’ad yang akrab disapa Imam Saade’, menjadi bukti nyata semangat memakmurkan masjid dan mempererat silaturahmi antar daerah
Dalam sambutan penerimaan, ustadz H. Baharuddin selaku Ketua DKM Pengurus Masjid Babul Jannah menyampaikan rasa syukur.
“Semoga kedatangan jamaah Majelis Syuhada Parepare membawa berkah bagi masyarakat Carawali Sidrap. Kami juga mohon doanya agar secepatnya hujan turun di sekitar Carawali dan Parepare. Kami para petani sangat berharap hujan untuk tanaman dan ketersediaan air tanah,” ujarnya.
Beliau juga memohon maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan, mulai dari kedatangan hingga kepulangan jamaah.
Tausiyah: Dahsyatnya Doa di Sepertiga Malam dan Keutamaan Subuh
Ceramah subuh disampaikan oleh Ustadz H. Lukman Hasyim, S.Pd.I., M.A., Pimpinan Pondok Pesantren Al Hasyimiyah Pajalele Massepe.
Beliau mengawali dengan mengingatkan kandungan Hadits Qudsi:
“Rabb kita turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir dan berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri’”(HR. Bukhari & Muslim).
“Ini adalah turunnya rahmat dan para malaikat Allah. Shalat malam itu berat, apalagi subuh. Tapi pahalanya luar biasa. Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya”(HR. Muslim).
Kenapa kita wajib berdoa?
Ustadz Lukman menegaskan doa adalah perintah Allah: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan”(QS. Ghafir: 60).
Fungsi doa:
-
Bukti kehambaan – Rasulullah bersabda “Doa itu adalah inti ibadah”(HR. Tirmidzi)
-
Sarana mendekat kepada Allah – Agar Allah melihat siapa hamba yang benar-benar butuh kepada-Nya
-
Penarik berkah – “Jika berkah, maka segala urusan akan lancar, termasuk lancar beribadah”
Waktu mustajab berdoa: sepertiga malam, saat sujud, setelah shalat, sebelum makan dan keluar rumah, serta saat kemarau panjang.
“Saat sujud terakhir, cukup berdoa: ‘Ya Allah kabulkan segala keinginanku’. Sederhana tapi maknanya luas. Jangan malas berdoa, doa adalah harapan. Kemerdekaan ini juga diraih berkat doa para alim ulama,” pesan beliau.
Beliau juga mengajarkan adab berdoa: angkat tangan, baca shalawat, dan jangan lupa doakan anak-anak kita karena itu paling afdal.
Silaturahmi dan Sedekah Subuh Jadi Tujuan UtamaMuassis Majelis Syuhada Parepare, H. Bakhtiar Syarifuddin, SE, berhalangan hadir karena urusan keluarga di Jakarta. Sambutan diwakili oleh DR. Rasyidin Calundu
“Kedatangan kami ke Carawali semata-mata ingin bersilaturahmi dengan warga, pengurus DKM Masjid, pegawai syara’, dan jamaah Majelis Taklim Babul Jannah. Sekaligus memakmurkan masjid dan menebar sedekah subuh,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Dewan Pembina Majelis Syuhada Parepare, AKP Purn. Muhabar.
“Kami baru masuk halaman masjid langsung disuguhi snack dan air. Pulangnya disuguhi kari ayam dan kue-kue khas Bugis Sidrap. Ini penghargaan luar biasa,” katanya.
Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada para tokoh Parepare yang hadir: H. Pangeran Rahim Ketua Dewan Syuro, H. Anwar Saad, H. Jamaluddin, H. Nurdin Amin, Owien Luawo, dan lainnya.
“Semoga apa yang kita kerjakan hari ini bernilai ibadah dan kita tetap Istiqomah,” tutupnya.
Dalam setiap safari, Majelis Syuhada selalu mengajak jamaah untuk: Menjaga Shalat Subuh berjamaah, Gemar Bersedekah, Memperbarui Silaturahim
Dengan berakhirnya acara dan jamuan khas Sidrap, para jamaah pulang dengan membawa semangat baru untuk terus memakmurkan masjid dan memperbanyak doa.
“Yang subuh ke masjid, hidupnya dijamin Allah” salam pejuang subuh.
















