Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukum&kriminalParepare

Kalapas Parepare Bungkam? Justru Bertindak! Marten: “Tidak Ada yang Bebas di Sini, Semua Terkendali

85
×

Kalapas Parepare Bungkam? Justru Bertindak! Marten: “Tidak Ada yang Bebas di Sini, Semua Terkendali

Sebarkan artikel ini

DentumNusantara.com.Parepare – Menyusul mencuatnya kasus penipuan online yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare, Kepala Lapas (Kalapas) Marten memberikan klarifikasi tegas atas dugaan lemahnya pengawasan yang beredar di publik.

Dalam keterangannya, Marten membantah tudingan bahwa narapidana bebas menggunakan ponsel untuk melakukan kejahatan. “Tidak ada yang bebas di sini. Itu mereka lakukan dengan cara mencuri-curi. Kalau dibilang bebas, seolah-olah kami membiarkan. Itu tidak benar,” tegasnya.

Marten menjelaskan bahwa pihaknya melakukan razia rutin setiap minggu, dan bahkan melakukan razia insidental jika terdapat informasi dari masyarakat atau pihak lain, termasuk dari media.

“Kami menerima informasi dari mana saja. Jika ada indikasi, langsung kami tindak. Tidak hanya kami lakukan secara rutin, tapi juga reaktif terhadap laporan,” ungkap Marten.

Ia mengakui adanya keterbatasan jumlah petugas. Pada malam hari, hanya tujuh orang petugas yang berjaga, sementara jumlah kamar tahanan mencapai puluhan dengan sistem blok bertingkat.

“Kami tidak mungkin mengawasi setiap kamar 24 jam. Tapi kami tetap patroli dan menjaga. Itu bukan berarti kami lengah, melainkan kondisi riil yang kami hadapi,” tambahnya.

Terkait narapidana yang terlibat dalam penipuan online, Marten menegaskan bahwa pihaknya sudah menindak. Narapidana tersebut telah diperiksa secara internal, dipindahkan ke sel pengasingan, dan akan dikenakan sanksi administratif.

“Kami memiliki Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang akan menentukan berat atau ringannya pelanggaran. Bisa saja remisinya dicabut, atau hak-haknya dibatasi,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai kerja sama dengan kepolisian, Marten menyatakan bahwa sidak dari Polres Sidrap dilakukan secara resmi dan didukung sepenuhnya oleh pihak Lapas.

“Kami mendukung penuh tindakan penegakan hukum. Kami juga sering membantu menggagalkan penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Marten menekankan bahwa dirinya baru menjabat sekitar satu bulan dan sudah mengambil langkah-langkah konkret dalam pembenahan internal.

“Saya kumpulkan semua pejabat struktural dan staf. Kami buat komitmen bersama. Saya ditugaskan negara ke sini untuk berjuang, bukan bermain-main,” pungkasnya.

Meski pemberitaan sebelumnya menyoroti dugaan lemahnya pengawasan di Lapas Parepare, Kalapas Marten menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur pengamanan secara sistematis. Ia meminta publik memahami tantangan di lapangan dan menilai berdasarkan fakta, bukan asumsi.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *