Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahEnrekang

Mahasiswa Teknik Sipil UNIMEN Bangun Toilet untuk Warga Desa Tallu Bamba

75
×

Mahasiswa Teknik Sipil UNIMEN Bangun Toilet untuk Warga Desa Tallu Bamba

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, Enrekang — Mahasiswa Himpunan Teknik Sipil (HMS) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) kembali menegaskan komitmen mereka terhadap pengabdian masyarakat melalui pembangunan fasilitas sanitasi bagi warga di Desa Tallu Bamba, Kampung Tangnga, Kecamatan Enrekang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang digagas HMS dan telah berlangsung sejak 23 Mei 2025. Fasilitas toilet yang dibangun diserahkan secara resmi kepada penerima manfaat, Friyanto Patabang, pada Rabu, 28 Mei 2025.

Ketua HMS, Sem, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa Teknik Sipil di tengah masyarakat.

“Sebagai mahasiswa teknik sipil, kami tidak hanya belajar di kelas, tapi juga ingin langsung turun ke lapangan, membantu masyarakat dengan ilmu yang kami pelajari. Salah satu kebutuhan utama di banyak wilayah adalah fasilitas sanitasi yang layak,” ungkap Sem.

Kegiatan ini bermula dari hasil survei yang dilakukan oleh mahasiswa di Kampung Tangnga, di mana ditemukan masih banyak warga yang belum memiliki akses terhadap toilet yang memadai. Salah satunya adalah Friyanto Patabang, yang selama ini harus hidup tanpa fasilitas sanitasi yang layak.

Pembangunan dimulai dengan penggalangan dana melalui aksi sosial di jalanan dan kampanye donasi via media sosial. Dukungan juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang yang menjadi mitra pendukung pendanaan.

“Kami sangat bersyukur, karena tanpa bantuan Baznas Enrekang, tentu tidak akan semudah ini menyelesaikan pembangunan. Mereka memberi dukungan moral dan material yang sangat berarti,” tambah Sem.

Dalam lima hari, mahasiswa bahu-membahu membangun fasilitas toilet lengkap dengan septic tank, dinding, atap, dan instalasi pipa air bersih. Selain sebagai aksi sosial, kegiatan ini juga menjadi praktik nyata penerapan ilmu konstruksi dan manajemen drainase yang telah mereka pelajari di kampus.

Proses serah terima dilakukan secara simbolis di hadapan mahasiswa dan keluarga penerima manfaat. Rasa haru tampak dari wajah Friyanto Patabang saat menerima bantuan tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada mahasiswa dan semua yang telah membantu. Selama ini kami memang kesulitan karena tidak memiliki WC yang layak. Sekarang, dengan adanya fasilitas ini, tentu keluarga kami akan lebih nyaman dan sehat,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNIMEN, Dr. Ismaya, turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa Teknik Sipil tersebut.

“Saya sangat bangga kepada anak-anak Teknik Sipil. Mereka telah menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus dapat diterapkan secara langsung untuk membantu masyarakat. Inilah esensi dari Catur Dharma Perguruan Tinggi, di mana salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat,” tegas Dr. Ismaya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan, menjangkau lebih banyak desa di Kabupaten Enrekang. Sebagai bagian akhir dari kegiatan, mahasiswa juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan perawatan fasilitas sanitasi agar dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengabdian tidak harus berskala besar. Yang terpenting adalah dampak dan kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melalui semangat gotong royong dan kepedulian, mahasiswa Teknik Sipil UNIMEN membuktikan bahwa mereka bukan hanya calon insinyur yang terampil dalam hitung-hitungan teknis, tetapi juga individu yang memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian tinggi.

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *