Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
KemenagReligiTolikara

Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag RI Apresiasi Kesiapan Pemkab Tolikara, Festival Etnik Religi 2026 Dinilai Visioner

86
×

Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag RI Apresiasi Kesiapan Pemkab Tolikara, Festival Etnik Religi 2026 Dinilai Visioner

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, JAKARTA – Kesiapan Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam menyelenggarakan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 mendapat apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag RI, Luksen Jems Mayor, menilai langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tolikara menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan sebuah festival yang tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Luksen Jems Mayor saat ditemui media ini di Kantor Kementerian Agama RI, kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat itu mengatakan, persiapan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tolikara di bawah kepemimpinan Bupati Willem Wandik, S.Sos., menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan festival yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, Festival Etnik Religi Tolikara merupakan salah satu terobosan daerah yang patut diapresiasi karena menggabungkan nilai-nilai budaya, keagamaan, pariwisata, serta penguatan ekonomi kerakyatan dalam satu agenda besar.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Tolikara, dalam hal ini Bupati Willem Wandik bersama seluruh jajaran, dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan ini. Kami melihat konsep yang dibangun cukup inovatif, membuka peluang bagi masyarakat menjadi tuan rumah yang baik, sekaligus memberikan ruang yang luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Ini merupakan langkah yang sangat visioner,” ujar Luksen.

Ia menilai, konsep festival yang diusung Pemerintah Kabupaten Tolikara mampu menghadirkan wajah baru Papua Pegunungan melalui pendekatan budaya dan keagamaan yang sarat nilai edukasi serta persatuan.

Menurut Luksen, kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat lokal, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membangun citra positif daerah di tingkat nasional. Festival tersebut diyakini mampu memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah penginjilan, keramahan masyarakat, serta potensi wisata Tolikara kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Lebih lanjut, Luksen mengungkapkan bahwa gaung Festival Etnik Religi Tolikara 2026 mulai mendapat perhatian media nasional. Hal itu, menurutnya, menjadi indikator bahwa penyelenggaraan festival tersebut memiliki daya tarik yang besar dan layak menjadi perhatian publik.

“Luar biasa kegiatan ini, karena rekan-rekan media nasional sampai mengonfirmasi langsung ke Kementerian Agama RI mengenai pelaksanaannya. Artinya, gaung Festival Etnik Religi Tolikara sudah mulai terdengar secara nasional. Ini menjadi hal yang sangat positif, bukan hanya bagi Kabupaten Tolikara, tetapi juga bagi Papua Pegunungan secara keseluruhan,” katanya.

Ia berharap Festival Etnik Religi Tolikara dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain di Indonesia dalam mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan budaya dan keagamaan.

“Festival seperti ini dapat menjadi referensi bagi kabupaten dan kota lain untuk membangun promosi pariwisata daerahnya masing-masing dalam bingkai etnik dan keagamaan. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan jika dikemas dengan baik akan menjadi kekuatan besar dalam membangun ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.

Luksen juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, pelaku budaya, dan masyarakat menjadi modal utama dalam memastikan pelaksanaan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 berjalan aman, tertib, dan sukses.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tolikara terus mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan festival yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 di Karubaga.

Festival tersebut akan menampilkan berbagai atraksi budaya unggulan, di antaranya Tarian Kolosal Sejarah Masuknya Injil di Lembah Toli, Tradisi Lendawi (Ratapan Adat), Atraksi Tandem Paralayang, hingga pameran budaya dan potensi distrik sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya, memperkuat iman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Religi

DentumNusantara.com, PAREPARE — Ratusan jamaah memadati Masjid Nurussamawati, Kota Parepare, untuk menunaikan salat Jumat, Jumat (16/10/2026). Dalam khutbahnya, Ustadz A. Rahman Saleh membakar semangat jamaah agar senantiasa memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak rasa syukur atas segala nikmat-Nya, serta mempersiapkan bekal amal saleh untuk kehidupan akhirat. Khutbah yang disampaikan dengan pesan-pesan keagamaan tersebut mengingatkan jamaah bahwa nikmat Allah SWT begitu luas dan tidak terhitung jumlahnya. Karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa membiasakan diri mengucapkan Alhamdulillah sebagai ungkapan syukur atas karunia yang telah diterima dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz A. Rahman Saleh mengutip firman Allah SWT dalam  surah (Surat An-Nahl: 18) { وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ } Artinya…

Polda Sulsel

DentumNusantara.com, Parepare,- Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel bersama personel PasBrimob II Korps Brimob Polri, Bhayangkari dan masyarakat menggelar Yasinan rutin di Masjid Nurul Askar, kamis (01/10/2026) Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Personel Brimob, Bhayangkari dan masyarakat bersama-sama mengikuti pembacaan Surah Yasin dan doa bersama. Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel, Kompol Dr. Ramli, mengatakan Yasinan rutin tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. “Kegiatan ini bukan hanya sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antara personel Brimob, Bhayangkari dan masyarakat,” ujar Kompol Dr. Ramli. Ia menuturkan,…

Polres

DentumNusantara.com, PAREPARE – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Parepare mengikuti Kegiatan Ngaji Kebangsaan, Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang berlangsung di ruang Vicon Lantai II Polres Parepare, Jl. Andi Mappatola, Kel. Ujung Baru, Kec. Soreang, Kota Parepare Kegiatan rohani ini digelar secara virtual melalui live streaming terpusat bersama Kapolri Jenderal Polisi Prof. Dr. H. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dari Mabes Polri. Acara tersebut diikuti dengan penuh khidmat oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres, para Kasat, serta seluruh personel jajaran Polres Parepare. Dan diikuti seluruh Kapolda, Kapolres, Polsek Se Indonesia, Sabtu (26/9/2026). Pelaksanaan itu Para personel menyimak dengan seksama rangkaian kegiatan serta tausiah yang disampaikan oleh ulama dan pendakwah terkemuka, KH. Baharuddin Nursalim (Gus Baha). Melalui pesan-pesan keagamaan yang sarat akan makna kehidupan dan kesejukan batin, kegiatan ini menjadi sarana penting bagi anggota kepolisian untuk menyeimbangkan tugas operasional di lapangan dengan ketenangan spiritual. Dalam kegiatan Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, S.I.K., M.H., M.I.K., Menyampaikan apresiasi serta penekanan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam mendukung tugas kepolisian sehari-hari. “Pembinaan rohani dan mental seperti ini sangat krusial bagi setiap anggota Polri. Tugas kepolisian memiliki tingkat dinamika dan tantangan yang tinggi, sehingga membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, keterampilan teknis, serta ketenangan batin yang bersumber dari keimanan.” ucap Kapolres Parepare Kapolres juga menambahkan bahwa siraman rohani, khususnya tausiah yang disampaikan oleh Gus Baha, memberikan sudut pandang yang arif dan bijaksana dalam menjalani kehidupan bermasyarakat maupun dalam melayani warga. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh personel Polres Parepare dapat terus memperkuat nilai-nilai keagamaan, membangun integritas yang kokoh, serta bekerja secara profesional dan humanis. Dengan mental yang bersih dan niat yang tulus, pelayanan kepada masyarakat di Kota Parepare dapat berjalan optimal serta bernilai ibadah,” Pungkasnya….