Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Parepare

Debu Batu Chipping dan Kebisingan Kontainer Dikeluhkan Warga, Pelindo Parepare Janji Cari Solusi

240
×

Debu Batu Chipping dan Kebisingan Kontainer Dikeluhkan Warga, Pelindo Parepare Janji Cari Solusi

Sebarkan artikel ini

PAREPARE,Sulsel DentumNusantara.com – Keluhan warga Cappa Ujung, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, terkait debu batu, kebisingan, dan getaran kendaraan kontainer akhirnya mendapat respons dari PT Pelindo Multi Terminal Branch Parepare. Dalam rapat mediasi yang digelar pada Rabu, 5 Agustus 2026, di ruang rapat PT Pelindo Multi Terminal Branch Parepare, pihak perusahaan menyatakan siap memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat.

Mediasi tersebut dihadiri oleh Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Parepare, Beny, perwakilan Pemerintah Kota Parepare, Lurah Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung yang diwakili Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare, Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), serta perwakilan warga Cappa Ujung yang didampingi Ketua DPC Bara Nusa Parepare, Syarifah.

Dalam pertemuan tersebut, Beny menjelaskan bahwa operasional pelabuhan selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan (24/7) merupakan kebijakan pemerintah untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional. Menurutnya, pelabuhan memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang perekonomian daerah sehingga aktivitas bongkar muat harus tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, ia mengaku memahami keresahan warga dan memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi manajemen PT Pelindo.

“Kami memahami apa yang dirasakan masyarakat. Surat yang disampaikan warga menjadi dasar bagi kami untuk meneruskan persoalan ini kepada manajemen agar dapat dicarikan solusi terbaik,” ujar Beny.

Ia mengungkapkan terdapat dua persoalan utama yang menjadi fokus pembahasan dalam mediasi tersebut.

Pertama, aktivitas pemuatan batu chipping yang dinilai menimbulkan debu serta memunculkan tuntutan kompensasi dari masyarakat. Menurut Beny, persoalan tersebut melibatkan perusahaan bongkar muat (PBM), sehingga Pelindo siap memediasi dan menjembatani komunikasi agar penyelesaiannya dapat dilakukan secara baik.

Kedua, aktivitas kendaraan kontainer yang keluar masuk pelabuhan pada malam hari sehingga menimbulkan kebisingan dan getaran yang mengganggu waktu istirahat warga di sekitar kawasan pelabuhan.

“Seluruh masukan masyarakat akan kami sampaikan kepada manajemen PT Pelindo. Kami berharap dapat ditemukan solusi yang tetap menjaga kelancaran operasional pelabuhan tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Bara Nusa Parepare yang mewakili warga Cappa Ujung, Syarifah, meminta agar pengawasan terhadap angkutan material batu diperketat. Ia menyoroti masih adanya material yang berjatuhan dari truk pengangkut sehingga menimbulkan debu dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Warga juga meminta penyiraman jalan dilakukan secara rutin, pembersihan material yang tercecer segera dilaksanakan setelah aktivitas bongkar muat, serta kendaraan pengangkut dipastikan menggunakan penutup muatan agar material tidak berjatuhan di jalan.

“Kami berharap ada tindakan nyata dan berkelanjutan, bukan hanya sementara. Yang kami inginkan adalah aktivitas pelabuhan tetap berjalan, tetapi kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat juga diperhatikan,” tegas Syarifah..

Di akhir mediasi, seluruh pihak sepakat untuk terus membangun komunikasi dan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut. PT Pelindo berkomitmen menyampaikan seluruh aspirasi warga kepada manajemen, sementara masyarakat berharap solusi konkret segera direalisasikan sehingga aktivitas pelabuhan dapat berjalan berdampingan dengan lingkungan permukiman secara harmonis.(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *