Dentumnusantara.comMakassar – Kabupaten Barru kembali menegaskan kesiapannya menjadi salah satu tujuan investasi unggulan di Sulawesi Selatan.
Komitmen itu disampaikan langsung Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, saat menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang berlangsung di Claro Makassar, Selasa (4/8/2026).
Di hadapan para pengusaha dari berbagai daerah, Andi Ina tidak sekadar menghadiri forum nasional tersebut, tetapi juga memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi strategis Kabupaten Barru yang dinilai siap dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Menurutnya, percepatan pertumbuhan ekonomi daerah tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah.
Dibutuhkan sinergi yang kuat dengan pelaku usaha sebagai mitra strategis dalam menghadirkan investasi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina.
Bupati Barru berharap APINDO semakin aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dan hadir langsung melihat berbagai peluang investasi yang tersebar di kabupaten dan kota.
“APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” katanya.
Dalam paparannya, Andi Ina memperkenalkan sejumlah sektor unggulan Barru yang memiliki prospek besar bagi investor, mulai dari perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan hingga pariwisata.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah kopi Barru yang tumbuh di kawasan pegunungan dengan kualitas yang terus dikembangkan.
Selain itu, Barru juga dikenal sebagai daerah penghasil nanas madu yang memiliki cita rasa khas dan berpotensi menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Namun, menurutnya, pengembangan komoditas tersebut masih perlu diperkuat melalui hilirisasi.
Kehadiran investor diharapkan mampu menghadirkan industri pengolahan sehingga hasil pertanian tidak lagi dijual dalam bentuk bahan baku, tetapi menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih besar.
“Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya sektor pertanian, Barru juga memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan industri perikanan, ekonomi maritim, dan wisata bahari.
Andi Ina menyebut keunggulan utama Kabupaten Barru terletak pada kelengkapan bentang alamnya yang menjadi modal penting dalam pembangunan ekonomi.
“Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru tengah mengembangkan kawasan wisata bahari Bojo melalui konsep JBL (Jimbaran Barru Lapakaka). Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi destinasi unggulan baru yang mampu menarik wisatawan tanpa harus jauh-jauh menikmati suasana pantai khas Bali.
“Mimpi saya menjadikan kawasan itu sebagai JBL, Jimbaran Barru Lapakaka. Jadi orang tidak perlu jauh-jauh ke Bali, cukup datang ke Barru menikmati wisata bahari. Memang semuanya masih berproses,” tuturnya.
Mengakhiri penyampaiannya, Bupati Barru kembali mengajak APINDO untuk membangun kemitraan yang lebih erat dengan pemerintah daerah. Ia optimistis, kolaborasi yang kuat akan melahirkan investasi berkualitas, mempercepat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta menjadikan potensi besar yang dimiliki Barru sebagai kekuatan baru bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
















