Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Dari Pesisir Labuange, UMI Petakan Kunci Sukses UMKM Ikan Kering Barru Menuju Pasar Modern

44
×

Dari Pesisir Labuange, UMI Petakan Kunci Sukses UMKM Ikan Kering Barru Menuju Pasar Modern

Sebarkan artikel ini

Dentumnusantara.comBARRU – Sentra produksi ikan kering di Dusun Labuange, Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, menjadi lokasi kajian lapangan tim dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI), Minggu (28/6/2026).

Kegiatan ini difokuskan untuk mengkaji orientasi kewirausahaan para pelaku usaha sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan UMKM pesisir agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Labuange selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil ikan kering terbesar di Kabupaten Barru. Produk olahan masyarakat setempat bahkan telah dipasarkan ke berbagai daerah di Sulawesi Selatan, menjadikannya salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir.

Dalam kunjungan tersebut, tim dosen UMI mengamati secara langsung proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, penjemuran, hingga pengemasan. Selain observasi, mereka juga berdialog dengan para pelaku usaha untuk menggali tantangan dan peluang yang dihadapi dalam mengembangkan usaha.

Salah seorang dosen UMI, Kasnaeny Karim, mengatakan kajian ini bertujuan mengukur sejauh mana pelaku usaha menerapkan orientasi kewirausahaan dalam menjalankan bisnisnya.

“Tujuan kami datang ke sini adalah untuk mengetahui apakah para wirausahawan memiliki orientasi kewirausahaan dan melakukan inovasi dalam menjalankan usahanya demi keberlanjutan usaha,” ujarnya.

Menurutnya, orientasi kewirausahaan tidak hanya diukur dari keberanian mengambil risiko, tetapi juga kemampuan berinovasi, membaca peluang pasar, serta kemandirian dalam mengelola usaha. Inovasi menjadi modal penting agar produk lokal tetap memiliki daya saing di tengah perubahan kebutuhan konsumen.

Dalam sesi diskusi, para pelaku usaha menyampaikan sejumlah harapan, mulai dari dukungan permodalan, perluasan akses pemasaran, hingga bantuan sarana produksi. Mereka juga berharap adanya pelatihan pengemasan yang lebih menarik, pendampingan pemasaran digital melalui marketplace, serta fasilitasi pengurusan izin PIRT dan sertifikasi halal agar produk ikan kering Labuange dapat menembus pasar modern.

Kasnaeny menilai usaha ikan kering di Labuange memiliki prospek yang sangat besar. Ketersediaan sumber daya laut yang melimpah serta pengalaman masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun menjadi kekuatan utama dalam pengembangan usaha tersebut.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi, seperti fluktuasi harga bahan baku, keterbatasan modal, hingga belum optimalnya pemasaran berbasis digital.

“Jika kebutuhan pelaku usaha terkait pemasaran dan permodalan dapat difasilitasi, ditambah pelatihan branding dan pengemasan, saya yakin produk ikan kering Labuange bisa naik kelas,” katanya.

Hasil penelitian ini nantinya akan menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merancang program pemberdayaan UMKM yang lebih tepat sasaran.

Penguatan kapasitas pelaku usaha diharapkan mampu menjadikan ikan kering Labuange sebagai produk unggulan yang semakin dikenal luas, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan mendukung semangat pembangunan Kabupaten Barru melalui tagline “Singgah di Barru”, dengan menghadirkan produk-produk lokal yang berkualitas dan berdaya saing.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *