Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Bupati Barru: Guru PAUD Garda Terdepan Cegah Stunting, Kunci Lahirkan Generasi Emas 2045

88
×

Bupati Barru: Guru PAUD Garda Terdepan Cegah Stunting, Kunci Lahirkan Generasi Emas 2045

Sebarkan artikel ini

Dentumnusantara.comBARRU – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Barru tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Pemerintah Kabupaten Barru menempatkan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai salah satu ujung tombak dalam mencetak generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., saat membuka secara resmi Diklat Peningkatan Kapasitas Guru PAUD dalam Penanganan Stunting yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (29/6/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa guru PAUD memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi sosok yang setiap hari berinteraksi langsung dengan anak-anak dan orang tua. Karena itu, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga agen perubahan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak usia dini.

“Guru PAUD memiliki posisi yang sangat strategis karena setiap hari berinteraksi langsung dengan anak-anak dan orang tua. Melalui diklat ini, saya berharap ibu dan bapak bukan hanya menjadi pengajar, tetapi juga menjadi agen perubahan dan duta penanganan stunting di lingkungan masing-masing,” ujar Andi Ina.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Barru masih berada pada angka 26,1 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bersama yang hanya dapat diatasi melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk tenaga pendidik.

Bupati pun mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan selama empat hari tersebut untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman. Ia mendorong para guru aktif berdiskusi dengan narasumber agar berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan dapat dicarikan solusi bersama.

Lebih jauh, Andi Ina mengingatkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak semata-mata mengajarkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Guru PAUD juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter, membiasakan pola hidup sehat, serta mendukung tumbuh kembang fisik dan mental anak pada masa emas kehidupannya.

“Memori anak-anak ini masih kosong. Tolong isi dengan hal-hal yang baik. Ajarkan mereka nilai-nilai agama, kedisiplinan, kepedulian, kebiasaan hidup sehat, dan akhlak yang baik. Jadikan mereka seperti anak kita sendiri, jangan pernah dibedakan,” pesannya.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh anak selama berada di lingkungan PAUD akan menjadi fondasi bagi pembentukan karakter dan kepribadian mereka di masa depan. Karena itu, seluruh guru diminta memberikan kasih sayang dan perhatian yang sama kepada setiap anak tanpa membedakan latar belakang mereka.

Bupati juga mengaitkan peran strategis guru PAUD dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa anak-anak yang saat ini berada di bangku PAUD adalah generasi yang kelak akan memimpin bangsa sehingga harus dipersiapkan menjadi pribadi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

“Kita tidak ingin anak-anak Barru hanya menjadi penonton ketika Indonesia memasuki era Indonesia Emas 2045. Mereka harus menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan memiliki akhlak yang mulia. Semua itu dimulai dari pendidikan usia dini,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru atas penyelenggaraan pelatihan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan kapasitas guru sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Barru.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ibrahim, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru PAUD dalam mendeteksi gejala dini stunting, memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi, pola asuh, serta stimulasi perkembangan anak. Kegiatan ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara tenaga pendidik, orang tua, dan pemerintah dalam penanganan stunting secara terintegrasi.

Diklat berlangsung selama empat hari, 29 Juni hingga 2 Juli 2026, dan diikuti 80 guru PAUD yang terdiri atas 50 guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan 30 guru Kelompok Bermain (KB) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Barru. Pelatihan menghadirkan narasumber Dr. Muspira, S.H., M.Pd., bersama tim dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru beserta jajaran, para narasumber, peserta diklat, dan undangan lainnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *