Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Dari Desa Harapan Menuju Masa Depan Gemilang, Wabup Barru Tegaskan Sekolah Rakyat Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

119
×

Dari Desa Harapan Menuju Masa Depan Gemilang, Wabup Barru Tegaskan Sekolah Rakyat Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, BARRU – Semangat membangun generasi unggul dari keluarga kurang mampu mengemuka dalam kegiatan Open House 1 Tahun Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 65 Kabupaten Barru yang digelar di Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, yang menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam mengubah masa depan dan memutus rantai kemiskinan.
Di hadapan para orang tua, siswa, tenaga pendidik, dan tamu undangan, Abustan menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Sekolah Rakyat.

Menurutnya, siswa yang diterima di sekolah tersebut merupakan anak-anak pilihan yang memperoleh kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan yang didukung penuh oleh pemerintah.

“Tujuan sekolah ini adalah mengubah hidup yang biasa-biasa menjadi hidup yang luar biasa. Anak-anak kita ini kelak harus menjadi orang hebat, menjadi pemimpin, pengusaha, bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi bupati, kapolres, atau presiden,” ujar Abustan.
Ia menegaskan bahwa berbagai kajian dan pengalaman akademik menunjukkan pendidikan sebagai faktor paling efektif dalam mengangkat derajat sosial ekonomi masyarakat. Karena itu, kesempatan yang diperoleh para siswa di Sekolah Rakyat harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Yang paling kuat untuk mengubah masyarakat miskin menjadi tidak miskin adalah pendidikan. Karena itu, kesempatan yang diperoleh anak-anak di SR ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Wakil Bupati juga mengajak para kepala desa, pihak sekolah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk lebih aktif menyosialisasikan keberadaan Sekolah Rakyat kepada masyarakat.

Menurutnya, masih banyak anak-anak yang memenuhi syarat namun belum mengetahui peluang untuk bergabung dan memperoleh layanan pendidikan tersebut.
Saat ini, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat di Kabupaten Barru terus mengalami peningkatan.

Untuk jenjang yang telah berjalan maupun yang baru dibuka, jumlah siswa telah mencapai sekitar 270 orang. Pemerintah Kabupaten Barru berharap kuota yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh putra-putri daerah.

Selain menyoroti pentingnya pendidikan, Abustan juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek kedisiplinan di lingkungan sekolah. Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang memadai, tetapi juga oleh keteladanan para guru dan tenaga pendidik.

“Guru itu digugu dan ditiru. Ilmunya digugu, perilakunya ditiru. Karena itu, kedisiplinan harus dimulai dari kepala sekolah dan guru agar menjadi contoh bagi peserta didik,” pesannya.

Wakil Bupati turut mengapresiasi berbagai fasilitas yang diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat, mulai dari seragam hingga kebutuhan pembelajaran lainnya. Menurutnya, dukungan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mencetak generasi yang mampu bersaing dan membawa perubahan bagi daerah.

Mengakhiri sambutannya, ia mendoakan seluruh siswa agar kelak menjadi pribadi yang mampu mengubah nasib diri dan keluarganya, sekaligus menjadi kebanggaan Kabupaten Barru.

Sementara itu, Kepala SRT 65 Kabupaten Barru, Haris, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya kategori desil 1 dan desil 2.

Menurut Haris, kegiatan Open House dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus memperkenalkan visi, program, dan manfaat sekolah kepada masyarakat luas.

“Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah reguler karena secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan kampus permanen Sekolah Rakyat di Lawallu ditargetkan rampung pada Juli 2026. Kampus tersebut dibangun dengan standar nasional yang ditetapkan pemerintah pusat dan dilengkapi berbagai sarana penunjang, mulai dari akses air bersih, jaringan listrik, hingga fasilitas pendidikan modern lainnya.

Lebih lanjut, Haris menyebutkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas nasional yang mendapat pengawasan serta pendampingan dari berbagai kementerian dan aparat penegak hukum guna memastikan tata kelola serta penggunaan anggaran berjalan transparan dan akuntabel.

Untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, pihak sekolah berharap adanya sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik menjelang perpindahan dari sekolah rintisan menuju kampus permanen.

Kegiatan Open House turut dihadiri perwakilan Forkopimda Kabupaten Barru, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru, Camat Tanete Riaja, Plh Kepala Puskesmas Ralla, Koordinator BPP Kecamatan Tanete Riaja, Ketua Panitia Open House, para orang tua dan wali siswa, tenaga pendidik, serta sejumlah undangan lainnya.

Momentum satu tahun Sekolah Rakyat ini menjadi penegas komitmen bersama dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi harapan baru lahirnya generasi unggul yang akan membawa perubahan bagi masa depan Barru.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *