Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
BarruKesehatan

USG di Tangan Dokter, Harapan di Rahim Ibu: Barru Perkuat Garda Depan Cegah Risiko Kehamilan dan Stunting

126
×

USG di Tangan Dokter, Harapan di Rahim Ibu: Barru Perkuat Garda Depan Cegah Risiko Kehamilan dan Stunting

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, BARRU – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak kembali ditegaskan melalui pembukaan Workshop USG Antenatal Care (ANC) bagi Dokter Umum yang digelar Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan IKA SMANSA Makassar dan POGI Makassar di Aula Rumah Jabatan Bupati Barru, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang diikuti para dokter umum dari berbagai daerah ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, A. Syarifuddin, S.IP., M.Si., mewakili Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Sekda menegaskan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan investasi terbesar dalam membangun masa depan daerah.

Menurutnya, upaya menghadirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Bagi Pemerintah Kabupaten Barru, urusan kesehatan ibu dan anak bukan sekadar angka statistik di atas kertas. Ini adalah urusan menyelamatkan nyawa dan melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ujar Syarifuddin.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang masih dihadapi dalam pelayanan kesehatan ibu hamil adalah keterlambatan mendeteksi berbagai faktor risiko kehamilan. Padahal, deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah komplikasi yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi yang dikandung.

Karena itu, peran dokter umum yang bertugas di puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama dinilai sangat strategis. Mereka menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sejak awal masa kehamilan.

“Banyak kasus komplikasi terjadi bukan karena kurangnya upaya pengobatan, tetapi karena terlambat mengetahui adanya masalah selama kehamilan. Di sinilah pentingnya kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Barru, lanjutnya, terus berupaya memperkuat layanan kesehatan melalui penyediaan sarana dan prasarana, termasuk alat ultrasonografi (USG) di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Namun keberadaan teknologi tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan yang memadai.

Menurutnya, workshop ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan dokter umum dalam memanfaatkan teknologi USG sebagai alat bantu pemeriksaan kehamilan sehingga berbagai risiko dapat dikenali lebih cepat dan ditangani secara tepat.

“Workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga bagian dari ikhtiar bersama untuk menyelamatkan lebih banyak ibu dan bayi melalui pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Bupati Barru juga memberikan apresiasi kepada para ibu hamil yang hadir dan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran mereka dinilai memberikan kontribusi penting dalam proses pembelajaran tenaga kesehatan sekaligus menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Sementara itu, Ketua Umum PDUI Sulawesi Selatan, Dr. dr. Aswan Usman, M.Kes., mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat kualitas pelayanan kesehatan.
Selain Workshop USG ANC, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan jantung serta edukasi pencegahan stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak, pencegahan penyakit jantung, dan percepatan penurunan angka stunting,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Barru yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pembangunan sektor kesehatan secara berkelanjutan.

Workshop tersebut menghadirkan narasumber berkompeten di bidang obstetri dan ginekologi, yakni dr. Isharyah Sunarno, Sp.OG(K), Prof. Dr. dr. Deviana Soraya Riu, Sp.OG., Subsp. K-FM., MHPE, dan Prof. Dr. dr. Maisuri T. Chalid, Sp.OG., Subsp. K-FM. Para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik mengenai penggunaan USG antenatal sebagai instrumen penting dalam mendeteksi kondisi janin dan risiko kehamilan sejak dini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Dinas Kesehatan Barru Dr. A. Muh. Batara Mappanyompa, S.STP., M.Si., Ketua IDI Barru dr. Suriadi Nurdin, Sp.B., M.Kes., pengurus IKA SMANSA Makassar Muhlis Sumarjono, Plt Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Barru Amaliah Arifin, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Barru A. Indri Damayanti, serta para dokter umum peserta workshop.

Melalui kegiatan ini, Barru kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat layanan kesehatan dari hulu, memastikan setiap kehamilan mendapatkan pemantauan yang optimal, sekaligus mempersiapkan lahirnya generasi masa depan yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *