Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahParepare

Bertaruh Nyawa di Kandang Sempit: Satgas PMK Parepare Hadapi Sapi Agresif demi Lindungi Ternak

180
×

Bertaruh Nyawa di Kandang Sempit: Satgas PMK Parepare Hadapi Sapi Agresif demi Lindungi Ternak

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, PAREPARE – Tugas tim medik dan paramedik veteriner di lapangan bukan sekadar menyuntik vaksin. Di balik upaya menjaga kesehatan ternak dan ketahanan pangan, ada risiko keselamatan yang harus dihadapi setiap hari.

Hal itu diungkapkan drh. Nurdin, S.KH., M.P., Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Kota Parepare sekaligus Koordinator Tim Lapangan Satgas PMK. Menurutnya, tantangan terbesar kerap muncul saat menangani sapi dengan karakter agresif di kandang yang fasilitasnya terbatas.

“Ini salah satu risiko di lapangan. Menghadapi sapi agresif dengan ruang gerak sempit membutuhkan keberanian dan ketelitian ekstra,” ujar drh. Nurdin

saat melakukan pemantauan vaksinasi.
Meski penuh risiko, tim tetap menjalankan tugas demi memastikan ternak di Parepare terlindungi dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hanya Ternak Sehat yang Boleh Divaksin

Satgas PMK menerapkan prosedur ketat sebelum vaksinasi dilakukan. Setiap hewan harus melalui pemeriksaan klinis untuk memastikan dalam kondisi sehat.

Pemeriksaan meliputi:

Suhu tubuh, memastikan hewan tidak demam.

Kondisi fisik, seperti mata, hidung, mulut, kulit, bulu, dan feses.

Perilaku dan nafsu makan, untuk melihat tanda-tanda gangguan kesehatan.

Jika ditemukan gejala seperti diare, lemah, ambruk, atau hilang nafsu makan, vaksinasi langsung ditunda.

“Vaksin hanya diberikan pada ternak yang benar-benar sehat agar efektif dan aman,” tegasnya.

Satu Sakit, Satu Kandang Diisolasi
Prosedur tegas diberlakukan apabila satu ekor ternak dalam kandang terindikasi PMK. Meski ternak lain terlihat sehat, seluruh populasi dalam kandang tersebut tidak langsung divaksin.

Langkah yang diambil meliputi:

Isolasi kandang dan pengobatan ternak yang sakit.

Pemberian vitamin bagi seluruh ternak di kandang tersebut.
Disinfeksi menyeluruh lingkungan kandang.

Pembatasan lalu lintas orang, barang, dan hewan.

Seluruh penanganan wajib dilaporkan secara real-time melalui sistem iSIKHNAS sebagai bagian dari pengawasan nasional.

Mengacu Standar Nasional dan Utamakan Kesejahteraan Hewan
Pelaksanaan vaksinasi di Parepare mengacu pada Keputusan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan No. 1036 Tahun 2026. Kualitas vaksin dijaga melalui sistem rantai dingin (cold chain) dan penggunaan alat suntik steril.

Selain aspek medis, tim juga memperhatikan prinsip Animal Welfare atau kesejahteraan hewan. Penanganan dilakukan secara hati-hati untuk mencegah stres yang dapat memicu reaksi negatif pasca-vaksinasi.

Jika muncul reaksi seperti demam atau infeksi sekunder, tim segera melakukan investigasi dan penanganan medis sesuai gejala, mulai dari pemberian antipiretik (penurun panas), analgesik, hingga antibiotik bila diperlukan.

Dengan prosedur ketat dan kerja penuh risiko di lapangan, Satgas PMK Parepare memastikan perlindungan ternak berjalan maksimal demi menjaga produktivitas dan ekonomi peternak tetap aman.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *