Dentumnusantara.com GORONTALO – Di tengah semarak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, semangat belajar dan tekad untuk memajukan pertanian Kabupaten Barru ditunjukkan Darman, Ketua Kelompok Tani To Nepo, Desa Nepo. Ia menjadi salah satu peserta yang aktif menyerap berbagai inovasi dan teknologi pertanian demi meningkatkan produktivitas jagung di kampung halamannya.
Sejak hari pertama kegiatan, Darman terlihat antusias mengikuti berbagai agenda PENAS, mulai dari mengunjungi stan pameran teknologi pertanian hingga mengikuti temu wicara dan dialog bersama para pemangku kepentingan sektor pertanian nasional. Baginya, ajang tersebut merupakan kesempatan berharga untuk memperluas wawasan sekaligus mencari solusi bagi tantangan yang dihadapi petani jagung di Kabupaten Barru.
“Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk belajar.
Banyak teknologi dan pengalaman dari daerah lain yang bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan di Barru, khususnya di Desa Nepo,” ujar Darman.
Keikutsertaannya dalam PENAS XVII merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.
Sebagai penggerak petani jagung di Desa Nepo, Darman dinilai memiliki dedikasi dan komitmen tinggi dalam mendorong peningkatan hasil pertanian di tingkat kelompok tani.
Dalam sejumlah sesi diskusi, Darman aktif mengajukan pertanyaan terkait penggunaan benih unggul, pembangunan infrastruktur jalan tani, hingga pemanfaatan teknologi dryer untuk meningkatkan kualitas hasil panen dan mengurangi kerugian pascapanen.
Menurutnya, kemajuan pertanian tidak hanya bergantung pada kerja keras petani, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan inovasi.
Ajang PENAS juga memberinya kesempatan berdialog langsung dengan berbagai tokoh dan pemangku kebijakan nasional, di antaranya Direktur Utama Perum Bulog, jajaran Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktur Utama Pupuk Indonesia, serta petani-petani berprestasi dari berbagai provinsi di Indonesia.
“Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan di sini. Ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan pertanian jagung agar lebih maju dan berdaya saing,” katanya.
Tidak ingin ilmu yang diperoleh berhenti pada dirinya sendiri, Darman berencana membagikan seluruh pengetahuan dan pengalaman tersebut kepada anggota Kelompok Tani To Nepo serta petani lainnya melalui pertemuan rutin kelompok tani.
Beberapa materi yang akan disosialisasikan antara lain teknik budidaya hemat air, penggunaan benih hibrida tahan hama, dan pemanfaatan dryer sederhana untuk menekan kehilangan hasil panen.
“Ilmu ini harus dibagikan kepada petani lain agar manfaatnya bisa dirasakan bersama. Harapan saya, petani di Barru bisa semakin maju dan sejahtera,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., mengapresiasi semangat para petani Barru yang mengikuti PENAS XVII.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana strategis untuk membuka akses terhadap teknologi, jejaring kemitraan, dan peluang pasar yang lebih luas.
“Kami berharap para peserta dapat membawa pulang ilmu dan pengalaman yang bermanfaat. Pemerintah daerah akan berupaya memfasilitasi tindak lanjut hasil-hasil PENAS agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan petani di Kabupaten Barru,” ujarnya.
Keikutsertaan Darman dalam PENAS XVII menjadi gambaran nyata bahwa petani masa kini tidak hanya bekerja di lahan, tetapi juga terus belajar, berinovasi, dan membuka diri terhadap perkembangan teknologi. Semangat tersebut diharapkan mampu menjadi energi baru bagi kemajuan pertanian jagung dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Barru.
















