Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Barru Perkuat Manajemen Talenta ASN, Jadi Salah Satu Daerah yang Telah Kantongi SK

56
×

Barru Perkuat Manajemen Talenta ASN, Jadi Salah Satu Daerah yang Telah Kantongi SK

Sebarkan artikel ini

Dentumnusantara.comMAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Barru terus memperkuat penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berbasis kompetensi.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kehadiran Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang yang mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dalam Pembukaan Ekspose Manajemen Talenta Wilayah Sulawesi Selatan Tahap II Tahun 2026 di Aula Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., dan dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar, para bupati/wali kota atau yang mewakili, serta Kepala BKPSDM se-Sulawesi Selatan.

Ekspose tahap II ini menjadi bagian dari percepatan penerapan manajemen talenta ASN di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Dari progres yang telah berjalan, sebanyak 11 instansi berada pada tahap 2 untuk melakukan ekspose, sementara sembilan instansi pada tahap 1 telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Manajemen Talenta.

Lima instansi bahkan telah melakukan pengisian jabatan melalui mekanisme manajemen talenta.
Kabupaten Barru menjadi salah satu dari sembilan daerah yang telah memperoleh SK Manajemen Talenta.

Capaian tersebut menempatkan Barru sebagai salah satu daerah yang telah lebih awal berada dalam jalur implementasi pengelolaan talenta ASN di Sulawesi Selatan.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mendorong Sulawesi Selatan menjadi contoh praktik terbaik (best practice) dalam penerapan manajemen talenta ASN. Menurutnya, Sulsel memiliki peluang menjadi provinsi pertama di luar Jawa yang seluruh pemerintah provinsi dan 24 kabupaten/kotanya menerapkan manajemen talenta.

Ia menjelaskan, manajemen talenta merupakan bagian penting dari sistem merit untuk memastikan ASN terbaik ditempatkan sesuai kompetensi, potensi, serta kebutuhan organisasi.

Sistem tersebut juga menjadi instrumen pemerintah dalam mengidentifikasi, mengembangkan, dan menempatkan talenta ASN secara lebih terukur guna mendukung pencapaian tujuan organisasi.

Zudan turut menekankan pentingnya perubahan pola kerja birokrasi melalui digitalisasi, inovasi, integritas, dan tata kelola yang semakin adaptif. Pemerintah daerah juga didorong memperkuat manajemen risiko, baik risiko operasional, keuangan, administrasi maupun reputasi.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmennya agar penerapan manajemen talenta di Sulsel mencapai 100 persen tanpa pengecualian.

“Sulawesi Selatan harus semuanya 100 persen manajemen talenta. Tidak terkecuali, tidak boleh ada pengecualian,” tegas Andi Sudirman.

Menurutnya, manajemen talenta memberikan ruang bagi ASN untuk berkembang berdasarkan kompetensi dan potensi yang dimiliki. Ia menilai kemampuan seorang ASN terkadang baru terlihat setelah diberikan kesempatan untuk mengemban tanggung jawab.

“Talenta itu kadang tidak terlihat. Kita baru tahu setelah diberikan kesempatan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang berharap talent pool dapat segera diimplementasikan secara optimal di lingkungan pemerintahan.

Menurut Abustan, keberadaan talent pool akan membantu pemerintah menentukan pejabat yang akan ditempatkan pada suatu jabatan secara lebih objektif, terukur, dan sesuai kebutuhan organisasi.

“Ya, mudah-mudahan talent pool ini bisa diimplementasikan sesegera mungkin, sehingga kita dalam menentukan pejabat yang mau ditempatkan itu tidak mengalami lagi kendala,” ujarnya usai kegiatan.

Ia menilai penerapan talent pool juga dapat mendorong terbentuknya birokrasi yang lebih lincah atau agile. Penempatan pejabat yang berbasis kompetensi dan data talenta diharapkan mampu meminimalkan dinamika serta persoalan antarkandidat.

“Sehingga bisa menjadikan birokrasi yang lincah atau agile. Kemudian tidak ada riak-riak antara satu calon dengan yang lainnya,” pungkasnya.

Bagi Kabupaten Barru, penerapan manajemen talenta menjadi langkah strategis untuk memastikan pengelolaan ASN tidak hanya berorientasi pada pemenuhan jabatan, tetapi juga pada pengembangan potensi dan penempatan sumber daya manusia terbaik sesuai kebutuhan organisasi.

Dengan telah mengantongi SK Manajemen Talenta, Barru kini memiliki pijakan yang lebih kuat untuk melanjutkan implementasi sistem tersebut secara optimal dan mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional, kompetitif, serta responsif terhadap kebutuhan pelayanan publik.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *