Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Barru Jadi Etalase Pertanian Modern Sulsel, Gerakan Tanam Serempak Nasional Dimulai di Bojo

68
×

Barru Jadi Etalase Pertanian Modern Sulsel, Gerakan Tanam Serempak Nasional Dimulai di Bojo

Sebarkan artikel ini

Dentumnusantara.comBARRU — Kabupaten Barru dipercaya menjadi salah satu titik penting penguatan ketahanan pangan nasional. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia menunjuk Kabupaten Barru sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak Nasional di Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut dipusatkan di areal Kelompok Tani Labu Cai, Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Jumat (21/8/2026). Momentum ini sekaligus menjadi pencanangan PMAAS (Pertanian Modern/Authentic Agriculture System) sebagai bagian dari upaya mendorong pertanian Barru semakin produktif, modern dan berkelanjutan.

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat yang diberikan kepada Kabupaten Barru. Menurutnya, penunjukan tersebut bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga amanah yang harus dibuktikan melalui hasil nyata di lapangan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Barru. Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus kita jaga dan kita kawal bersama,” tegasnya.

Bupati menekankan agar Gerakan Tanam Serempak Nasional tidak berhenti pada seremoni penanaman. Pemerintah daerah, kata dia, akan memastikan seluruh proses pertanian dikawal secara berkelanjutan, mulai dari masa tanam, pemeliharaan hingga panen.

“Jangan hanya tanam, tetapi bagaimana tanaman ini tumbuh, berproduksi dan pada akhirnya memberikan kesejahteraan bagi petani,” ujarnya.
Menurutnya, pertanian modern membutuhkan sinergi seluruh pihak. Selain penerapan teknologi, keberhasilan program juga sangat bergantung pada ketersediaan air, pendampingan penyuluh serta keterlibatan aktif para petani.

“Pertanian modern membutuhkan kebersamaan. Pemerintah, petani, penyuluh dan seluruh pihak harus bergerak bersama. Kita ingin kepercayaan dari pemerintah pusat ini menghasilkan sesuatu yang nyata bagi petani Barru,” katanya.

Barru Relatif Mampu Hadapi El Niño
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru Ir. Ahmad M.M. menjelaskan, terpilihnya Barru sebagai lokasi Gerakan Tanam Serempak Nasional tidak terlepas dari kondisi pertanian daerah yang dinilai relatif mampu menghadapi dampak fenomena El Niño.

Berdasarkan pemetaan dampak El Niño terhadap kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Barru termasuk daerah yang terdampak relatif kecil.
Salah satu faktor pendukungnya adalah strategi percepatan pola tanam yang dilakukan petani pada Maret-April. Langkah tersebut membuat tanaman telah memasuki fase pertumbuhan ketika dampak El Niño mulai dirasakan pada Mei dan Juni.

“Alhamdulillah, Kabupaten Barru terkena dampak El Niño tetapi relatif kecil. Kita melakukan pergerakan tanam lebih awal pada Maret-April, sehingga ketika dampak El Niño terjadi pada Mei dan Juni, tanaman sudah lebih siap,” jelas Ahmad.
Dorong IP 300 dan Pertanian Berbasis Teknologi
Selain gerakan tanam serempak, kegiatan di Desa Bojo juga menjadi momentum pencanangan PMAAS di Kelompok Tani Labu Cai.

Konsep pertanian modern tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas melalui penerapan Indeks Pertanaman (IP) 300, dengan mendorong optimalisasi lahan pertanian agar dapat ditanami hingga tiga kali dalam setahun.

Kelompok Tani Labu Cai menjadi salah satu kelompok tani di Barru yang telah menerapkan pola tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Barru juga menyerahkan bantuan pompa air secara simbolis kepada kelompok tani se-Kabupaten Barru.

Bantuan ini diharapkan semakin memperkuat dukungan sarana pertanian, khususnya dalam menjaga ketersediaan air untuk mendukung produktivitas tanaman.
Gerakan Tanam Serempak Nasional di Desa Bojo pun diharapkan tidak sekadar menjadi momentum penanaman bersama, tetapi menjadi langkah awal mempercepat transformasi pertanian Barru.

Dengan dukungan teknologi, sarana produksi, pendampingan penyuluh dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Barru menargetkan pertanian semakin produktif sekaligus mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Muhammad Amin, M.P., Direktur Polbangtan Gowa Dr. Ismaya Nita Dianti Parawansyah, S.P., M.Si., jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, camat, kepala desa, penyuluh pertanian serta sejumlah pemangku kepentingan bidang pertanian.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *