Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
NASIONALReligi

Menag Nasaruddin Umar: Kekuatan Ekonomi Umat Ada pada Sedekah, Infak, dan Wakaf

253
×

Menag Nasaruddin Umar: Kekuatan Ekonomi Umat Ada pada Sedekah, Infak, dan Wakaf

Sebarkan artikel ini

DENTUMNUSANTARA.COM, JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya penguatan instrumen keuangan sosial Islam dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Sarasehan Ekonomi Syariah yang membahas peran strategis zakat, infak, sedekah, dan wakaf dalam pembangunan sosial berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Menag menekankan bahwa umat Islam tidak seharusnya berhenti pada pelaksanaan zakat sebagai kewajiban semata. Menurutnya, potensi besar ekonomi syariah justru terletak pada pengembangan instrumen sosial lain yang bersifat sukarela namun memiliki dampak luas bagi masyarakat.

“Alangkah miskinnya dan alangkah pelitnya kita kalau pengeluaran agamanya hanya zakat,” ujar Nasaruddin, menegaskan bahwa Islam mengajarkan kepedulian sosial yang melampaui batas minimal kewajiban.

Ia menjelaskan, zakat memang memiliki ketentuan yang jelas dalam syariat. Namun infak, sedekah, dan wakaf membuka ruang kontribusi yang lebih besar karena tidak dibatasi persentase tertentu dan dapat dikelola secara produktif. Dana tersebut, kata dia, berpotensi mendukung sektor pendidikan, pengembangan usaha kecil, layanan sosial, hingga program pemberdayaan masyarakat.

Selain mendorong peningkatan partisipasi umat, Menag juga menyoroti aspek tata kelola zakat di Indonesia. Ia menilai pengelolaan zakat akan lebih kuat apabila dilakukan secara terpusat oleh negara, sebagaimana praktik pada masa Nabi Muhammad SAW dan era Khalifah Abu Bakar.

“Kalau ingin lebih berdaya, idealnya zakat itu diserahkan kepada pemerintah seperti pada masa nabi dan Abu Bakar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin turut mengkritisi sejumlah kelemahan regulasi pengelolaan zakat nasional, terutama terkait sistem pengawasan. Ia menilai perlunya mekanisme kontrol yang lebih kuat agar pengelolaan dana umat berlangsung transparan dan akuntabel.

Menurutnya, pengawasan berbasis syariah menjadi hal penting, termasuk audit khusus yang memastikan distribusi dana sesuai ketentuan asnaf serta proporsi yang jelas antara hak amil dan penerima manfaat.

Ia juga menyinggung perlunya evaluasi terhadap penggunaan dana zakat, termasuk praktik belanja promosi yang dinilai harus dikaji secara serius agar tetap sejalan dengan prinsip syariah dan kepentingan mustahik.

Sebagai tokoh agama sekaligus negarawan, Nasaruddin Umar dikenal konsisten mendorong penguatan tata kelola keagamaan yang transparan dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia mengajak masyarakat untuk memperluas makna ibadah sosial dengan memberi lebih dari sekadar kewajiban.

Sarasehan Ekonomi Syariah ini pun menjadi momentum refleksi bersama untuk menjadikan instrumen keuangan sosial Islam sebagai pilar pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Religi

DentumNusantara.com, PAREPARE — Ratusan jamaah memadati Masjid Nurussamawati, Kota Parepare, untuk menunaikan salat Jumat, Jumat (16/10/2026). Dalam khutbahnya, Ustadz A. Rahman Saleh membakar semangat jamaah agar senantiasa memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak rasa syukur atas segala nikmat-Nya, serta mempersiapkan bekal amal saleh untuk kehidupan akhirat. Khutbah yang disampaikan dengan pesan-pesan keagamaan tersebut mengingatkan jamaah bahwa nikmat Allah SWT begitu luas dan tidak terhitung jumlahnya. Karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa membiasakan diri mengucapkan Alhamdulillah sebagai ungkapan syukur atas karunia yang telah diterima dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz A. Rahman Saleh mengutip firman Allah SWT dalam  surah (Surat An-Nahl: 18) { وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ } Artinya…

Polda Sulsel

DentumNusantara.com, Parepare,- Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel bersama personel PasBrimob II Korps Brimob Polri, Bhayangkari dan masyarakat menggelar Yasinan rutin di Masjid Nurul Askar, kamis (01/10/2026) Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Personel Brimob, Bhayangkari dan masyarakat bersama-sama mengikuti pembacaan Surah Yasin dan doa bersama. Komandan Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel, Kompol Dr. Ramli, mengatakan Yasinan rutin tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. “Kegiatan ini bukan hanya sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antara personel Brimob, Bhayangkari dan masyarakat,” ujar Kompol Dr. Ramli. Ia menuturkan,…

Polres

DentumNusantara.com, PAREPARE – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Parepare mengikuti Kegiatan Ngaji Kebangsaan, Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang berlangsung di ruang Vicon Lantai II Polres Parepare, Jl. Andi Mappatola, Kel. Ujung Baru, Kec. Soreang, Kota Parepare Kegiatan rohani ini digelar secara virtual melalui live streaming terpusat bersama Kapolri Jenderal Polisi Prof. Dr. H. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dari Mabes Polri. Acara tersebut diikuti dengan penuh khidmat oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres, para Kasat, serta seluruh personel jajaran Polres Parepare. Dan diikuti seluruh Kapolda, Kapolres, Polsek Se Indonesia, Sabtu (26/9/2026). Pelaksanaan itu Para personel menyimak dengan seksama rangkaian kegiatan serta tausiah yang disampaikan oleh ulama dan pendakwah terkemuka, KH. Baharuddin Nursalim (Gus Baha). Melalui pesan-pesan keagamaan yang sarat akan makna kehidupan dan kesejukan batin, kegiatan ini menjadi sarana penting bagi anggota kepolisian untuk menyeimbangkan tugas operasional di lapangan dengan ketenangan spiritual. Dalam kegiatan Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan, S.I.K., M.H., M.I.K., Menyampaikan apresiasi serta penekanan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam mendukung tugas kepolisian sehari-hari. “Pembinaan rohani dan mental seperti ini sangat krusial bagi setiap anggota Polri. Tugas kepolisian memiliki tingkat dinamika dan tantangan yang tinggi, sehingga membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, keterampilan teknis, serta ketenangan batin yang bersumber dari keimanan.” ucap Kapolres Parepare Kapolres juga menambahkan bahwa siraman rohani, khususnya tausiah yang disampaikan oleh Gus Baha, memberikan sudut pandang yang arif dan bijaksana dalam menjalani kehidupan bermasyarakat maupun dalam melayani warga. “Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh personel Polres Parepare dapat terus memperkuat nilai-nilai keagamaan, membangun integritas yang kokoh, serta bekerja secara profesional dan humanis. Dengan mental yang bersih dan niat yang tulus, pelayanan kepada masyarakat di Kota Parepare dapat berjalan optimal serta bernilai ibadah,” Pungkasnya….

Polres

DentumNusantara.com, PAREPARE — Dalam rangka pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) personel, Polres Parepare menggelar kegiatan Binrohtal bagi personel Polres Parepare dan Polsek jajaran, Kamis (24/09/2026) pagi. Kegiatan berlangsung di Masjid Mujahid Baiturrahim Jalan Muhammad Qurdi Kelurahan Ujung Baru Kecamatan Soreang Kota Parepare. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolres Parepare, para Kabag, para Kapolsek jajaran, para Kasi, para Perwira pertama Polres Parepare, serta seluruh personel Polres Parepare dan Polsek jajaran. Dalam Kegiatan Binrohtal diawali dengan Kultum yang dibawakan oleh Kabag SDM Polres Parepare Akp Syukri Masse, S.H., M.H., kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil yang dipandu oleh Bripda Khaidir dari Bag SDM Polres Parepare, dan ditutup dengan doa bersama. Wakapolres Parepare mengatakan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Kamis sebagai upaya pembinaan rohani personel Polri. “Binrohtal ini rutin kita laksanakan setiap hari Kamis sebagai bentuk pembinaan rohani dan mental personel. Tujuannya untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, sehingga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari personel dapat bekerja dengan ikhlas, humanis dan penuh tanggung jawab,” ujar Kompol Saharuddin Menurutnya, dengan adanya pembinaan rohani yang rutin, diharapkan dapat membentuk karakter personel Polres Parepare yang berakhlak mulia, memiliki moral yang baik serta menjauhkan diri dari perbuatan tercela yang dapat merugikan institusi Polri….