DentumNusantara.com.Barru – Sektor perikanan di Kabupaten Barru kian menunjukkan kinerja yang solid dan berdaya saing.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, komoditas udang dan rumput laut menjadi kekuatan utama yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah pesisir.
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, mengungkapkan bahwa produksi udang daerahnya mencapai sekitar 4,4 ribu ton per tahun.
Angka tersebut menempatkan Barru sebagai salah satu produsen terbesar di Sulawesi Selatan.
“Komoditas udang menjadi andalan utama. Ini tidak hanya mencerminkan tingginya aktivitas budidaya masyarakat, tetapi juga menegaskan sektor perikanan sebagai penopang ekonomi daerah,” ujarnya saat dihubungi.
Didukung garis pantai yang panjang dan ekosistem pesisir yang produktif, Barru dinilai memiliki keunggulan komparatif dalam pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan. Selain udang, komoditas rumput laut juga mengalami pertumbuhan pesat dan mulai dilirik sebagai peluang strategis untuk pengembangan industri hilir.
Produk turunan rumput laut seperti karagenan dan berbagai olahan bernilai tambah lainnya memiliki prospek pasar yang luas, baik di tingkat nasional maupun ekspor.
Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Barru tetap konsisten mendorong sektor riil sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi. Fokus kebijakan diarahkan pada sektor produktif yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk perikanan, pertanian, dan perkebunan.
“Keterbatasan anggaran bukan hambatan, tetapi justru memacu kami untuk bekerja lebih fokus dan efektif dalam mengelola potensi daerah,” tegas Andi Ina.
Pemerintah daerah juga berkomitmen memperkuat rantai nilai sektor perikanan, tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga melalui pengolahan, pemasaran, serta kemitraan investasi.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Dengan penguatan berbasis data dan dukungan lintas sektor, Barru optimistis sektor perikanan akan terus tumbuh sebagai penggerak ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(*)
















