Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Tukik Menuju Samudra, Barru Menjaga Harapan: Sinergi Polres, Pemda, dan Komunitas Gaungkan Konservasi Penyu

106
×

Tukik Menuju Samudra, Barru Menjaga Harapan: Sinergi Polres, Pemda, dan Komunitas Gaungkan Konservasi Penyu

Sebarkan artikel ini

Dentumnusantara.comBARRU – Puluhan anak penyu (tukik) berlarian menuju ombak Pantai Cillelang Selatan, Kecamatan Mallusetasi, Jumat (26/6/2026).

Pemandangan yang sarat makna itu menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem laut melalui kegiatan pelepasan tukik yang digelar Pemerintah Kabupaten Barru bersama Polres Barru dan Komunitas Cillelang Fishing dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkari ke-80 Tahun 2026.
Mengusung tema

“Lindungi Penyu, Jaga Lautan, Selamatkan Masa Depan”, kegiatan tersebut dihadiri Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang, Kapolres Barru AKBP Fauzi Harahap bersama Ketua Bhayangkari Cabang Barru, unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, PLN Indonesia Power, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta para pegiat lingkungan dari Komunitas Cillelang Fishing.

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengapresiasi inisiatif Polres Barru yang memaknai peringatan HUT Bhayangkari dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kelestarian alam dan satwa yang dilindungi.

“Ini menjadi bukti bahwa semangat Polri untuk Masyarakat diwujudkan melalui berbagai aksi nyata, termasuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut dengan melindungi penyu yang merupakan satwa dilindungi,” ujar Andi Ina.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Komunitas Cillelang Fishing yang selama ini secara sukarela menjaga kawasan pesisir dan melakukan konservasi penyu. Menurutnya, keberadaan komunitas tersebut telah menjadi kebanggaan sekaligus memperkenalkan Kabupaten Barru sebagai salah satu daerah yang memiliki kawasan konservasi penyu.

Pemerintah Kabupaten Barru, lanjutnya, berkomitmen terus mendukung upaya pelestarian tersebut, termasuk mendorong pengembangan kawasan Pantai Cillelang Selatan sebagai destinasi wisata berbasis konservasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi mengambil maupun mengonsumsi telur penyu karena merupakan satwa yang dilindungi oleh undang-undang.

“Apabila menemukan penyu yang bertelur, segera laporkan kepada pihak terkait. Jangan diambil apalagi dikonsumsi. Menjaga penyu berarti menjaga keseimbangan ekosistem laut yang akan diwariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Barru AKBP Fauzi Harahap mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Komunitas Cillelang Fishing bermula dari media sosial. Melalui platform TikTok, dirinya mengikuti aktivitas komunitas tersebut hingga akhirnya mengetahui dedikasi mereka dalam menjaga habitat penyu di pesisir Barru.

“Dari media sosial saya melihat bagaimana komunitas ini bekerja dengan penuh kepedulian menjaga telur penyu hingga menetas. Setelah memperoleh informasi lebih lanjut dari masyarakat, kami menilai upaya ini patut mendapat dukungan dan perhatian bersama,” katanya.

Menurut Kapolres, momentum HUT Bhayangkari dimanfaatkan untuk memperkenalkan lebih luas gerakan konservasi yang dilakukan masyarakat sekaligus mengajak seluruh elemen ikut berpartisipasi menjaga kelestarian satwa dilindungi.

“Kami ingin peringatan HUT Bhayangkari tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Semoga semakin banyak pihak yang mendukung upaya konservasi penyu di Kabupaten Barru,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Komunitas Cillelang Fishing melaporkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menemukan lima sarang penyu yang dijaga secara intensif. Salah satu sarang telah menetas pada 10 Juni 2026 dengan menghasilkan 57 ekor tukik dari 60 butir telur, sementara empat sarang lainnya masih dalam proses penetasan.

Ia berharap kesadaran masyarakat pesisir untuk menjaga habitat penyu terus meningkat, sekaligus mengharapkan dukungan pemerintah dalam pengembangan akses menuju Pantai Cillelang Selatan agar kawasan tersebut dapat berkembang sebagai destinasi wisata konservasi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pelepasan puluhan tukik ke habitat alaminya oleh Bupati Barru, Wakil Bupati, Kapolres Barru, jajaran Forkopimda, Bhayangkari, Komunitas Cillelang Fishing, dan masyarakat.

Pelepasan tukik itu bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pesan kuat bahwa menjaga kehidupan laut merupakan tanggung jawab bersama. Dari pesisir Cillelang, Barru kembali menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat, komunitas, dan masyarakat mampu melahirkan langkah nyata untuk menjaga alam demi masa depan yang lebih lestari.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *