BARRU, DENTUMNUSANTARA.COM — Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di SPBU Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, menjadi sorotan warga.
Keluhan muncul setelah sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan solar bersubsidi meski telah beberapa kali datang ke SPBU tersebut. Mereka mengaku selalu mendapat informasi bahwa stok solar telah habis.
Ironisnya, di tengah sulitnya warga memperoleh solar, aktivitas pengisian BBM menggunakan jerigen justru disebut masih terlihat di lokasi.
“Sudah tiga hari saya bolak-balik tidak pernah dikasih. Katanya habis terus. Tapi saya masih melihat ada antrean mobil dan pengisian menggunakan jerigen,” ungkap seorang warga.
Menurut warga tersebut, kondisi itu bukan kali pertama terjadi. Ia mengaku telah melihat aktivitas serupa dalam beberapa pekan terakhir, termasuk pembelian solar menggunakan jerigen dalam jumlah yang dinilai cukup banyak.
Solar untuk Pertanian Dipertanyakan
Sorotan warga semakin menguat karena pengisian menggunakan jerigen disebut dilakukan dengan alasan untuk kebutuhan pertanian.
Warga mempertanyakan mekanisme dan dasar pembelian tersebut, terutama karena berdasarkan pengamatannya, Kabupaten Barru belum memasuki musim tanam.
“Kalau alasannya untuk pertanian, kami mempertanyakan kebutuhannya. Barru belum masuk musim tanam, tetapi pembelian solar menggunakan jerigen terlihat cukup banyak. Ini yang perlu dijelaskan,” katanya.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar soal ada atau tidaknya stok solar, tetapi menyangkut transparansi dan ketepatan sasaran penyaluran BBM bersubsidi.
“Kalau memang ada aturan dan kuotanya, seharusnya dijelaskan secara terbuka agar masyarakat juga tahu siapa yang berhak membeli menggunakan jerigen dan berapa batasnya,” ujarnya.
Stok Habis, Tetapi Jerigen Tetap Mengisi?
Pertanyaan lain muncul terkait informasi stok solar yang disebut telah habis pada malam hari.
Warga mengaku bingung karena pada saat informasi stok dinyatakan habis, aktivitas transaksi dan pengisian menggunakan jerigen masih terlihat di lokasi.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat: bagaimana mekanisme penyaluran solar bersubsidi menggunakan jerigen, siapa yang diperbolehkan membeli, berapa kuotanya, serta untuk kebutuhan apa BBM tersebut disalurkan?
Warga juga menyebut terdapat petugas SPBU serta aparat kepolisian dari Polsek setempat yang melakukan penjagaan di lokasi.
Namun, keberadaan petugas tersebut justru membuat warga berharap pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi dilakukan secara transparan dan dapat menjawab keresahan masyarakat.
Minta Pengawasan Diperketat
Warga meminta instansi berwenang turun melakukan pengecekan langsung terhadap mekanisme penyaluran solar bersubsidi di SPBU Cilellang.
Mereka berharap pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap ketersediaan stok, tetapi juga mencakup pola pembelian, penggunaan jerigen, dasar peruntukan, serta ketepatan penerima BBM bersubsidi.
“Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan mendapatkan solar, sementara di sisi lain ada pembelian menggunakan jerigen dalam jumlah banyak. Kalau memang sesuai aturan, silakan dijelaskan kepada masyarakat,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, manajemen SPBU Cilellang maupun pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan tersebut, termasuk terkait mekanisme pengisian solar menggunakan jerigen, dasar peruntukannya, serta alasan stok solar disebut habis.
DentumNusantara.com masih membuka ruang bagi pihak SPBU maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan guna memperoleh informasi yang berimbang.(*)
















