Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Shalawat Badar Sambut Bupati Andi Ina, Maulid di Mangempang Jadi Ajakan Rawat Iman dan Lingkungan

69
×

Shalawat Badar Sambut Bupati Andi Ina, Maulid di Mangempang Jadi Ajakan Rawat Iman dan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

dentumnusantara.comBARRU — Lantunan Shalawat Badar menggema di Masjid Al-Jawahir, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, saat menyambut kedatangan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Selasa (8/9/2026).

Nuansa religius dan penuh kekhidmatan mewarnai kegiatan tersebut. Namun, bagi Bupati Andi Ina, Maulid bukan sekadar tradisi tahunan atau seremoni keagamaan. Momentum tersebut menjadi pengingat agar keteladanan Rasulullah SAW benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini saya kira tidak hanya kita laksanakan sebagai seremonial saja, tetapi inilah momentum untuk kita terus mengingat apa yang menjadi teladan Rasulullah yang harus kita ikuti dalam perilaku dan kegiatan kita sehari-hari,” ujar Andi Ina.

Ia mengatakan, keteladanan Rasulullah dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama, menjaga kebersihan lingkungan, membina generasi muda, serta memperkuat kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Bagi Andi Ina, Maulid juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi atas amanah yang diemban sebagai kepala daerah. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Kabupaten Barru.

Dari Maulid ke Gerakan Rabu Bersih
Dalam kesempatan tersebut, Andi Ina mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui Gerakan Rabu Bersih.

Ia menekankan bahwa persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, kebersihan akan terwujud apabila masyarakat ikut mengambil peran.

“Jangan hanya berharap pemerintah yang akan bersih-bersih atau mengurus sampah kita. Itu adalah tugas kita bersama,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

Ia secara khusus meminta masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan karena bara kecil dapat menjadi pemicu kebakaran yang berdampak besar.
Ikhtiar Bersama di Tengah Kekeringan
Persoalan kekeringan turut menjadi perhatian dalam peringatan Maulid tersebut.

Andi Ina menyatakan dukungannya terhadap pesan keagamaan yang disampaikan pembawa hikmah Maulid, Prof. Muhammad Agus, terkait pentingnya memperbanyak doa dan ibadah sebagai ikhtiar memohon hujan serta keberkahan dari Allah SWT.

Ia pun meminta jajaran pemerintah menindaklanjuti gagasan pelaksanaan ibadah dan doa bersama di masjid-masjid di Kabupaten Barru.

Selain ikhtiar spiritual, pemerintah daerah juga terus melakukan langkah konkret. Andi Ina menyampaikan rencana perbaikan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Barru melalui anggaran perubahan.

Ia berharap masyarakat turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Masjid Al-Jawahir Didorong Jadi Pusat BTQ
Tak hanya berbicara soal pembangunan fisik, Bupati juga memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi muda.

Andi Ina secara khusus mendorong Masjid Al-Jawahir Mangempang menjadi salah satu pusat pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi anak-anak.

Menurutnya, kemegahan masjid tidak cukup hanya dilihat dari bangunan yang berdiri kokoh. Masjid harus hidup dengan aktivitas ibadah, pendidikan agama, dan pembinaan generasi muda.

“Masjid harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, khususnya untuk anak-anak kita, agar mereka menjadi generasi yang kuat iman dan Islamnya di masa yang akan datang,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Andi Ina mengajak masyarakat memperkuat kebersamaan dan mendukung pemerintah dalam mewujudkan visi Barru Berkeadilan, Maju Berkelanjutan, Sejahtera Lebih Cepat.

Ia menegaskan, cita-cita tersebut tidak mungkin diwujudkan hanya oleh Bupati dan Wakil Bupati, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja bersama seluruh masyarakat.

Maulid sebagai Ruang Mempererat Silaturahmi
Sebelumnya, Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Andi Wawo Mannojengsi, S.H., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Anggota DPRD Kabupaten Barru tersebut mengatakan, peringatan Maulid tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengharapkan keberkahan Allah SWT, mempererat silaturahmi, sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Barru, Muchlis Jawad, S.H.I., yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, menyebut Maulid memiliki nilai keagamaan sekaligus sosial.

Menurutnya, berkumpul dalam kegiatan kebaikan merupakan bagian dari upaya memperoleh pahala, keberkahan dan rahmat Allah SWT, sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Muchlis juga menyampaikan sosialisasi pelayanan KUA, khususnya mengenai ketentuan usia perkawinan serta pentingnya berkonsultasi dengan KUA ketika masyarakat menghadapi persoalan administrasi maupun pelaksanaan pernikahan.

Ajak Dekat dengan Rasulullah
Sementara itu, pembawa hikmah Maulid, Rektor Institut Agama Islam (IAI) DDI Mangkoso, Prof. (H.C.) Dr. Muhammad Agus, M.Th.I., menyampaikan tausiah secara komunikatif dengan menggunakan bahasa Bugis.

Ia mengajak masyarakat memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui selawat, mengikuti sunnah, serta meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kelahiran Nabi Muhammad SAW pada bulan Rabiul Awal mengandung hikmah mendalam dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin mempererat hubungan spiritual dengan Rasulullah.

“Jika ingin menjadi pribadi yang mulia dan dimuliakan, maka salah satu jalannya adalah dengan mempererat hubungan dengan Nabi Muhammad SAW,” pesannya.

Dalam ceramahnya, Prof. Muhammad Agus juga mengusulkan agar pembacaan Barzanji, shalawat, istighfar dan tobat digalakkan secara serentak di masjid-masjid Kabupaten Barru, minimal sekali dalam sepekan.

Menurutnya, tradisi tersebut dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memohon rahmat dan keberkahan, terutama di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para staf ahli Bupati Barru, Kepala Bapenda Barru, Kabag Kesra Setda Barru, Camat Barru, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Mangempang, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, Majelis Taklim, Imam Masjid Al-Jawahir, serta para jamaah.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *