Dentumnusantara.comBARRU — Jika melintas di Jalan Poros Parepare–Makassar saat musim panen tiba, ada pemandangan menarik yang sulit dilewatkan. Deretan lapak semangka berjajar di kiri dan kanan jalan hingga kurang lebih satu kilometer di Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.
Minggu (9/8/2026), aktivitas jual beli semangka tampak menggeliat. Tumpukan buah berwarna hijau memenuhi lapak-lapak sederhana milik warga.
Sebagian disusun bertingkat, sementara beberapa lainnya digantung sebagai penanda sekaligus daya tarik bagi pengguna jalan.
Tak sedikit pengendara yang memilih memperlambat laju kendaraan, bahkan berhenti untuk membeli semangka segar hasil panen petani setempat.
Fenomena tersebut menjadi gambaran melimpahnya produksi semangka di Kecamatan Mallusetasi. Komoditas hortikultura ini dipanen sejak Juni hingga Agustus, dengan sentra tanaman tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kelurahan Mallawa, Desa Nepo dan Desa Cilellang.
Petani setempat membudidayakan beberapa jenis semangka, di antaranya semangka loreng dengan daging merah dan semangka madu dengan daging berwarna kuning.
Dari Kebun ke Lapak, Semangka Jadi Sumber Penghasilan
Melimpahnya hasil panen tidak hanya memberikan keuntungan bagi petani. Momentum tersebut turut menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui perdagangan di sepanjang jalan poros.
Para pedagang mengatakan, penjualan semangka merupakan aktivitas musiman yang rutin dilakukan setiap tahun. Biasanya, musim penjualan dimulai sekitar Juni dan dapat berlangsung hingga Oktober, tergantung kondisi panen serta ketersediaan buah dari petani.
Harga semangka yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai sekitar Rp5.000 hingga Rp50.000 per buah, tergantung ukuran dan kualitas.
Sementara itu, harga pembelian dari pengepul berkisar Rp6 juta hingga Rp10 juta untuk satu mobil pikap dengan muatan sekitar 600 buah. Nilai tersebut menyesuaikan kualitas semangka yang dipanen.
“Kalau keuntungan yang didapat, Alhamdulillah cukup lumayan,” ujar salah seorang pedagang.
Bagi pengguna jalan, keberadaan lapak-lapak semangka tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri.
“Setiap lewat di sini saya pasti singgah membeli semangk. Buahnya segar dan manis, harganya juga terjangkau,” kata salah seorang pembeli.
Pasarnya Tak Hanya di Barru
Semangka hasil pertanian Mallusetasi ternyata tidak hanya berputar di pasar lokal. Para pedagang juga memasok buah tersebut ke sejumlah daerah tetangga.
Di antaranya Parepare, Sidrap, Pinrang, Wajo hingga Enrekang.
Jangkauan pemasaran tersebut menunjukkan bahwa komoditas semangka Mallusetasi memiliki peluang ekonomi yang cukup besar. Dari kebun petani, buah kemudian bergerak ke pengepul, pedagang, hingga konsumen di berbagai daerah.
Rantai perdagangan ini sekaligus membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk mendapatkan tambahan penghasilan selama musim panen.
Potensi Hortikultura yang Layak Dikembangkan
Melimpahnya panen semangka di Mallusetasi menjadi salah satu bukti bahwa Kabupaten Barru memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor hortikultura.
Masyarakat dan pelaku usaha semangka pun memberikan apresiasi terhadap perhatian dan pembinaan Dinas Pertanian Kabupaten Barru dalam mendorong produktivitas sektor pertanian.
Dukungan berupa pembinaan, pendampingan kepada petani, peningkatan kualitas produksi hingga penguatan akses pemasaran diharapkan dapat terus dilakukan.
Dengan dukungan tersebut, komoditas hortikultura seperti semangka tidak hanya menjadi hasil panen musiman, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan pasar lebih luas.
Bagi petani, melimpahnya semangka bukan sekadar soal buah yang dipanen dari lahan. Di balik setiap tumpukan semangka yang memenuhi lapak, ada kerja keras, perputaran ekonomi dan harapan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Bagi pengguna jalan yang melintas di poros Parepare–Makassar, Mallusetasi menawarkan alasan sederhana untuk berhenti sejenak: membeli semangka segar langsung dari sentra pertanian lokal.
Singgah di Barru, nikmati kesegaran hasil pertanian lokal, dukung petani Barru, dan rasakan keramahan masyarakatnya.
BUPATI BARRU
SINGGAH DI BARRU!
















