DentumNusantara.com, BARRU – Semangat memakmurkan masjid kembali ditunjukkan ratusan jamaah Majelis Syuhada Kota Parepare melalui Safari Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Yaqin, Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Jumat (17/7/2026). Seluruh jamaah tampil kompak mengenakan pakaian serba putih yang menjadi ciri khas gerakan “memutihkan masjid”.
Sejak pukul 03.00 WITA, jamaah telah memadati masjid untuk melaksanakan shalat tahajud, shalat taubat, dan berbagai ibadah sunnah lainnya sebelum menunaikan Shalat Subuh berjamaah yang dipimpin Ustaz Sangkala sebagai imam.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Yaqin, Muhammad Ismail Alwi, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran ratusan jamaah Majelis Syuhada yang membuat masjid dipenuhi kaum muslimin.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Bojo melalui maklumat yang diterbitkan Kepala Desa untuk mengajak masyarakat menghadiri kegiatan tersebut. Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Kapolsek Mallusetasi beserta personelnya yang membantu mengatur arus lalu lintas dan kendaraan di sekitar masjid sehingga kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Dalam tausiah Subuhnya, Ustaz Noor Faizal, S.H., Sekretaris PC DDI Kecamatan Mallusetasi, mengapresiasi semangat jamaah Majelis Syuhada yang terus istiqamah menghidupkan masjid melalui Safari Shalat Subuh.
“Alhamdulillah, semangat Majelis Syuhada Parepare luar biasa. Ini merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Tetap semangat dan istiqamah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tradisi mengenakan pakaian putih bukan sekadar penampilan, tetapi mengandung makna kesucian.
“Semua serba putih, gamis putih, mukena putih. Putih melambangkan kesucian. Yang terbiasa memakai surban jangan malu. Namun ingat, surban jangan dijadikan sajadah,” pesannya.
Menurutnya, kegiatan yang dilakukan Majelis Syuhada merupakan bagian dari menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Ghafir ayat 60 tentang perintah untuk berdoa kepada-Nya.
Ustaz Noor Faizal menjelaskan bahwa doa merupakan sarana komunikasi antara seorang hamba dengan Allah SWT. Ia menegaskan, tidak semua doa dikabulkan dalam bentuk yang diinginkan di dunia. Ada doa yang disimpan sebagai pahala di akhirat, dan ada pula yang menjadi sebab dihindarkannya seseorang dari musibah.
Ia juga mengajak seluruh jamaah memperbanyak istighfar sebelum berdoa serta membiasakan membaca doa sapu jagat sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 201.
“Perjuangan memakmurkan Shalat Subuh berjamaah adalah amalan yang sangat mulia. Bila suatu permintaan belum dikabulkan, tetapi Allah menghadirkan ketenangan di dalam hati, maka itulah salah satu bentuk ijabah terbaik,” tuturnya.
Sementara itu, Muassis Majelis Syuhada Kota Parepare, H. Bakhtiar Syarifuddin, mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga keistiqamahan dalam beribadah.
“Semoga kita semua tetap istiqamah menjaga Shalat Subuh berjamaah, memperbanyak sedekah, serta terus mempererat tali silaturahim,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, H. Bakhtiar Syarifuddin juga mengumumkan bahwa Safari Shalat Subuh Majelis Syuhada berikutnya akan dilaksanakan di Masjid Al Amin Majelling, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
















