DENTUMNUSANTARA.COM, Parepare – Memasuki Jumat ketiga di Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, kegiatan Safari Shalat Subuh berjemaah yang digagas Majelis Syuhada Kota Parepare kembali menarik perhatian ratusan jemaah. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Taqwa Lakessi, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, pada Jumat (6/3/2026).
Masjid yang dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Kota Parepare itu dipenuhi sekitar 700 jemaah, baik laki-laki maupun perempuan. Sejak sebelum waktu Subuh, para jemaah telah memadati area masjid untuk mengikuti salat Subuh berjemaah yang menjadi agenda rutin Majelis Syuhada setiap Jumat Subuh selama kurang lebih dua tahun terakhir.
Mayoritas jemaah tampak memakai gamis kemuliaan majelis putih-putih. Mereka mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk dan penuh kekhidmatan, mencerminkan semangat para “pejuang Subuh” dalam memakmurkan masjid di waktu Subuh.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya mantan Wakil Wali Kota Parepare H Pangerang Rahim yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro Majelis Syuhada, Pembina AKBP (Purn) H Muhabar SAg, Muassis Majelis Syuhada H Baktiar Syarifuddin SE, H. Opu Suhardjono M. Anwar, mantan Kepala BKD Parepare H Nasarong Umar S.Sos., MH, serta sejumlah pejabat purnabakti dan pejabat aktif lainnya.
Selain para tokoh tersebut, kegiatan ini juga dihadiri para ustaz, pengurus masjid se-Kota Parepare, pengurus Dewan Masjid, pengurus majelis taklim, serta jemaah yang datang dari berbagai daerah di luar Parepare.
Bertindak sebagai imam salat Subuh adalah Imam Besar Masjid Taqwa Lakessi, Ustadz Sulaiman. Ia dikenal memiliki suara merdu dengan langgam bacaan Al-Qur’an yang khas sehingga menambah kekhusyukan jemaah dalam melaksanakan ibadah.
Sementara itu, sambutan dari pihak tuan rumah disampaikan oleh Wakil Ketua DKM Masjid Taqwa Lakessi, Dr Badruzzaman Nawawi SH, yang mewakili Ketua DKM H Muh Anwar Halim.
Dalam tausiahnya, Dr Badruzzaman Nawawi yang juga merupakan dosen Hukum Tata Negara di IAIN Parepare menyampaikan bahwa kebersamaan para pejuang Subuh merupakan wujud kecintaan kepada Allah SWT.
Ia menegaskan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan manusia hendaknya dilandasi oleh rasa cinta kepada Allah, termasuk gerakan memakmurkan salat Subuh berjemaah yang selama ini dilakukan oleh Majelis Syuhada.
“Pejuang Subuh adalah kebersamaan menuju ridha Allah. Semua aktivitas harus dilandasi dengan cinta, termasuk gerakan Majelis Syuhada ini. Perbedaan adalah sunnatullah, karena yang menciptakan perbedaan itu adalah Allah SWT,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kedekatan manusia dengan Allah memiliki beberapa tingkatan, mulai dari tingkat biasa, tingkat lebih baik, hingga tingkat khusus. Menurutnya, para pejuang Subuh termasuk dalam golongan yang istimewa karena istiqamah menjaga salat Subuh berjemaah.
Di kesempatan yang sama, Muassis Majelis Syuhada H Baktiar Syarifuddin SE mengajak seluruh jemaah untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah pada Jumat ketiga Ramadan. Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak sedekah sebagai bagian dari amalan yang dianjurkan di bulan suci Ramadan.
















