DentumNusantara.com, Parepare, 14 Agustus 2026 — Ratusan jamaah Majelis Syuhada Kota Parepare kembali mengikuti Shalat Subuh berjamaah di Masjid Jami Al Hidayah, Jalan Bau Massepe, Parepare, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khusyuk tersebut menghadirkan Ustadz Muhammad Darja Miharja, S.Pd.I., M.Pd., Dosen STAI DDI Kabupaten Pinrang untuk mengisi tausiyah subuh. Dalam tausiyahnya, Ustadz Darja mengingatkan jamaah untuk senantiasa memperbanyak ucapan Alhamdulillah dalam setiap keadaan. Menurutnya, rasa syukur tidak hanya dilakukan ketika memperoleh nikmat besar, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, baik saat bersama keluarga, berkumpul dengan sahabat, maupun ketika menghadiri majelis ilmu.“Perbanyak Alhamdulillah. Dengan syukur, insyaallah rahmat Allah akan senantiasa menyertai kehidupan kita,” pesannya.Mengangkat tema “Ada 3 Ibadah yang Menjadi Pakaian Keselamatan Dunia dan Akhirat”, Ustadz Darja menjelaskan bahwa setiap Muslim harus berusaha menjaga amal ibadah yang dapat menjadi bekal keselamatan, baik selama hidup di dunia maupun ketika kembali menghadap Allah SWT.Kebaikan Tidak Pernah Sia-SiaMengawali pembahasannya, Ustadz Darja mengingatkan jamaah pada firman Allah SWT:”إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ”“Jika kamu berbuat baik, sesungguhnya kebaikan itu untuk dirimu sendiri…”(QS. Al-Isra: 7)Ia menjelaskan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan seorang hamba pada hakikatnya akan kembali memberikan manfaat kepada dirinya sendiri.“Kebaikan tidak akan pernah hilang di sisi Allah. Karena itu, teruslah mencari kesempatan untuk berbuat baik,” tuturnya.Ia kemudian mengutip firman Allah:”إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ”“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa-dosa…”(QS. Hud: 114)Menurutnya, amal kebaikan tidak harus selalu berupa sesuatu yang besar. Senyum, membantu orang lain, bersedekah, dan berbagai bentuk kebaikan sederhana pun memiliki nilai di sisi Allah SWT.“Jangan pernah merasa bosan berbuat baik, meskipun kebaikan itu terlihat kecil,” pesannya.Tiga Ibadah sebagai Pakaian KeselamatanDalam kajiannya, Ustadz Darja kemudian menguraikan tiga amalan yang harus terus dijaga oleh seorang Muslim, yakni wudhu, shalat, dan syahadat.
-
Wudhu, Cahaya bagi Seorang MukminUstadz Darja menjelaskan bahwa wudhu bukan sekadar sarana untuk menyucikan diri sebelum shalat, tetapi juga memiliki keutamaan yang besar bagi seorang Muslim.Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:”إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ”“Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari Kiamat dalam keadaan wajah, tangan dan kaki bercahaya karena bekas wudhu.”(HR. Bukhari no. 136, Muslim no. 246)Ia juga menceritakan keteladanan Syaikh Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah yang dikenal menjaga wudhunya. Wudhu yang dipertahankan sejak malam hingga datangnya waktu Subuh menjadi gambaran kesungguhan beliau dalam menjaga kesucian dan ibadah.“Jadikan wudhu sebagai kebiasaan. Karena wudhu menghadirkan cahaya bagi seorang mukmin,” jelasnya.
-
Shalat, Penjaga Kehidupan HatiAmalan kedua yang ditekankan adalah shalat. Ustadz Darja mengingatkan bahwa shalat wajib lima waktu merupakan kewajiban utama yang harus dijaga, sementara shalat sunnah menjadi pelengkap yang dapat dikerjakan di luar waktu shalat fardhu.Ia mengutip firman Allah SWT:”حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى”“Peliharalah semua shalat dan shalat wustha.”(QS. Al-Baqarah: 238)Selain menjaga waktu dan pelaksanaannya, jamaah juga diajak menghadirkan hati ketika mengerjakan shalat.Allah SWT berfirman:”وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي”“Dan tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku.”(QS. Thaha: 14)“Shalat yang dijaga dengan baik akan menjaga hati kita. Ketika hati senantiasa mengingat Allah, maka kehidupan hati tidak akan mati,” katanya.
-
Syahadat, Persaksian yang Menjadi Dasar KeimananAmalan ketiga adalah syahadat. Ustadz Darja menegaskan bahwa persaksian kepada Allah dan Rasulullah SAW merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam keimanan seorang Muslim.Ia mengajak jamaah untuk senantiasa memperbanyak kalimat:“Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah.”Menurutnya, kalimat tauhid tersebut merupakan dasar keimanan sekaligus menjadi pembeda antara seorang mukmin dengan kekufuran.Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW:”مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ”“Barangsiapa yang akhir ucapannya Laa ilaaha illallah, maka ia masuk surga.”(HR. Abu Dawud no. 3116, hadits hasan shahih)Karena itu, jamaah Pejuang Subuh diajak membiasakan lisan dengan zikir dan kalimat tauhid dalam kehidupan sehari-hari.Berharap Keselamatan Dunia dan AkhiratMenutup tausiyahnya, Ustadz Muhammad Darja Miharja mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga ketiga amalan tersebut dengan penuh keistiqamahan.Ia berharap para jamaah dapat menjadi pribadi yang senantiasa menjaga wudhu, menegakkan shalat dengan khusyuk, serta memperkuat keimanan melalui syahadat dan zikir.“Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang wajahnya bercahaya karena wudhu, hatinya hidup karena shalat, dan lisannya senantiasa basah dengan kalimat syahadat. Semoga Allah memberikan keselamatan kepada kita di dunia dan akhirat serta memberikan syafaat-Nya di hari kemudian,” pungkasnya.
Dalam Kegiatan Majelis Syuhada ini dihadiri sejajaran tokoh penting dan pejabat daerah, di antaranya:
-
Suyuti, S.E. (Wakil Ketua DPRD Parepare)
-
AKBP (Purn) Pol. H. Muhabar, S.Ag. (Pembina Majelis Syuhada / Mantan Wakapolres Pinrang)
-
H. Bakhtiar Syarifuddin, S.E. (Muassis Majelis Syuhada)
-
H. Anwar Saad, S.H., M.H. (Mantan Kadis Pendidikan Kota Parepare)
-
Drs. H. Ahmad Masdar, M.Si. (Kadis Perpustakaan)
-
Ir. H. Syaiful Mahsan (Pejabat Kementerian Agama Kota Parepare)
-
Serta jajaran pejabat aktif maupun purnabakti Pemkot Parepare.
Selain jajaran pejabat, masjid terbesar di Kelurahan Kampung Baru ini tampak dipadati oleh tokoh masyarakat, pengusaha, pengurus DKM dan Majelis Taklim se-Kota Parepare, jemaah setempat, hingga jemaah dari luar daerah.
Rangkaian ibadah Subuh ini bertindak sebagai imam yakni imam Masjid Jami Al Hidayah, dan sebelumnya sambutan penerimaan oleh Ketua DKM Masjid Al Hidayah Suryadi Ahmad, serta ditutup oleh ucapan terima kasih dari Muassis Majelis Syuhada Parepare H. Bakhtiar Syarifuddin, SE.
Kegiatan Subuh kemudian ditutup dengan doa bersama dan zikir pagi. Suasana khusyuk masih terasa ketika jamaah mengikuti rangkaian Shalawatan dan Silaturahmi, sebagai bentuk pengharapan atas rahmat dan ampunan Allah SWT.
















