Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Rajungan Naik Kelas dari Pesisir Barru: Dari Dapur Mini Plant ke Pasar Ekspor

173
×

Rajungan Naik Kelas dari Pesisir Barru: Dari Dapur Mini Plant ke Pasar Ekspor

Sebarkan artikel ini

DentumNusantara.com.Barru, 24 April 2026 — Upaya meningkatkan daya saing komoditas perikanan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Barru.

Salah satunya melalui pelatihan pengolahan kepiting rajungan yang digelar di Mini Plant Kelompok Mappadeceng, Desa Lasitae, Kecamatan Tanete Rilau.

Kegiatan ini menyasar nelayan dan pelaku usaha pengolahan hasil perikanan agar mampu menghasilkan produk rajungan yang higienis, efisien, dan sesuai standar industri, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi serta berpeluang menembus pasar ekspor.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Barru, Fauziah, yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam memperkuat sektor perikanan daerah.

“Pelaku usaha harus dibekali keterampilan agar produk yang dihasilkan tidak hanya banyak, tetapi juga berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.
Selain peningkatan kualitas, pelatihan ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan sumber daya laut.

Nelayan diimbau untuk menerapkan praktik penangkapan ramah lingkungan, termasuk melepaskan rajungan betina yang sedang bertelur guna menjaga populasi tetap lestari.

Peserta pelatihan berasal dari Kelompok Mappadeceng yang terdiri dari nelayan tangkap dan pelaku usaha pengolahan, dengan dominasi keterlibatan perempuan. Hal ini mencerminkan kuatnya peran masyarakat pesisir dalam rantai nilai perikanan, mulai dari penangkapan hingga pengolahan.

Dalam sesi industri, perwakilan PT Philips, Reka Dwi Patria, mengungkapkan tingginya kebutuhan bahan baku rajungan di pasar.

“Kapasitas produksi kami lebih dari 2,5 ton per hari, namun sekitar 30 persen masih dipenuhi dari impor. Sementara kontribusi dari Barru masih di bawah 3 persen,” jelasnya.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi nelayan dan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produksi sekaligus kualitas hasil tangkapan.

Selain materi pasar, peserta juga mendapatkan pelatihan teknis mulai dari penanganan bahan baku, proses pengolahan higienis, hingga penerapan standar mutu agar produk mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap tercipta penguatan rantai pasok perikanan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta terbukanya peluang ekonomi baru berbasis komoditas unggulan.

Mini Plant Kelompok Mappadeceng pun diharapkan berkembang menjadi pusat pembelajaran dan produksi perikanan berkelanjutan, sekaligus mendorong Kabupaten Barru sebagai salah satu sentra rajungan yang kompetitif di tingkat nasional.(*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *