Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
PolresParepare

Polres Parepare Bongkar Dua Modus Pelangsiran BBM Subsidi, 18 Barcode dan Tangki Modifikasi Disita

216
×

Polres Parepare Bongkar Dua Modus Pelangsiran BBM Subsidi, 18 Barcode dan Tangki Modifikasi Disita

Sebarkan artikel ini

DentumNusantara.com, PAREPARE –  Upaya mendapatkan keuntungan dari penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali berhasil digagalkan jajaran Polres Parepare. Dalam operasi yang dilakukan di dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), polisi mengungkap dua modus pelangsiran Pertalite, yakni penggunaan banyak barcode Subsidi Tepat dan kendaraan yang telah dimodifikasi dengan tangki penampungan tambahan.

Operasi tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026. Dari dua lokasi berbeda, petugas mengamankan dua orang yang diduga melakukan pembelian BBM subsidi secara berulang untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

18 Barcode Digunakan untuk Mengisi 578 Liter Pertalite

Pengungkapan pertama berlangsung sekitar pukul 19.20 WITA di SPBU Patung Pemuda, Jalan Bau Massepe, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare.

Petugas mengamankan DR alias DD (49), seorang wiraswasta asal Polewali Mandar. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi DD 1861 XFU, polisi menemukan 18 jerigen berisi total 578 liter Pertalite.

Tidak hanya itu, petugas juga menemukan 18 lembar barcode Subsidi Tepat yang berbeda. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, barcode tersebut digunakan untuk melakukan pengisian BBM di sejumlah wilayah, mulai dari Pinrang, Parepare hingga Barru.

Kasat Reskrim Polres Parepare AKP Muhammad Saleh mengatakan seluruh barcode yang ditemukan masih dalam kondisi aktif. Namun, data kendaraan yang tertera pada barcode tidak sesuai dengan kendaraan yang digunakan pelaku.

“Barcode aktif semua, tapi platnya tidak sesuai dengan data barcode. Jelas ada manipulasi,” ujar AKP Muhammad Saleh.

Tangki Kendaraan Dimodifikasi untuk Menampung BBM

Sementara itu, pengungkapan kedua dilakukan lebih awal, sekitar pukul 15.30 WITA, di SPBU Ujung Bulu, Jalan Agussalim, Kelurahan Ujung Sabbang.

Polisi mengamankan TG alias TA (54), warga asal Wajo, yang menggunakan Toyota Avanza 1.5 Veloz dengan nomor polisi DW 1640 LG.

Kendaraan tersebut diketahui telah mengalami modifikasi pada bagian tangki. Modifikasi itu diduga dilakukan agar kendaraan mampu menampung BBM dalam jumlah lebih banyak dibandingkan kapasitas normal.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga keluar-masuk SPBU dengan rute tertentu dan melakukan pengisian BBM secara berulang menggunakan barcode yang tidak sesuai.

Dari tangan TG, polisi menyita 120 liter Pertalite, satu unit tangki kendaraan yang telah dimodifikasi, STNK, serta kunci kendaraan.

Polisi Perketat Pengawasan di Tujuh SPBU

Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan menegaskan bahwa tindakan kedua pelaku diduga dilakukan dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi dari BBM bersubsidi.

“Mereka jelas berniat mencari keuntungan pribadi. BBM subsidi dikuras, lalu dijual kembali dengan harga lebih tinggi,” tegas Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Parepare, Selasa, 15 September 2026.

Polres Parepare memastikan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi akan terus diperketat. Sebanyak 76 personel gabungan yang terdiri dari unsur Intel, Reskrim, Lantas dan Samapta diterjunkan untuk melakukan pengawasan pada tujuh SPBU yang berada di wilayah Kota Parepare.

Kasat Reskrim AKP Muhammad Saleh mengatakan modus penyalahgunaan BBM subsidi terus berkembang. Karena itu, pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap aktivitas di SPBU, tetapi juga terhadap kendaraan dan pola pembelian yang dianggap mencurigakan.

“Kasus ini bukti bahwa pelangsir makin kreatif. Dari barcode manipulatif sampai tangki modifikasi. Kami akan perketat pengawasan dan tindak tegas demi menjaga distribusi energi bersubsidi tetap adil,” tutupnya.

Kedua pelaku kini diamankan di Mapolres Parepare untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka terancam diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang minyak dan gas bumi.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *