Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

PMI Barru Salurkan 130 Ribu Liter Air, Bupati Andi Ina Ajak Warga Bijak Hadapi Kemarau

52
×

PMI Barru Salurkan 130 Ribu Liter Air, Bupati Andi Ina Ajak Warga Bijak Hadapi Kemarau

Sebarkan artikel ini

Dentumnusantara.comBARRU — Musim kemarau yang masih berlangsung membuat kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Barru terus menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Barru bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Barru memperkuat langkah kemanusiaan melalui distribusi air bersih sekaligus edukasi kepada masyarakat agar bijak menggunakan air.

Hal itu terlihat dalam kegiatan Distribusi Air Bersih dan Promosi Kebersihan: Bijak Menggunakan Air, bagian dari Operasi Kemanusiaan Kekeringan 2026, yang digelar di Lingkungan Padongko, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, Selasa sore (18/8/2026).

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama Ketua PMI Kabupaten Barru Muhammad Yulianto Badwi turun langsung menemui masyarakat. Kehadiran pemerintah dan PMI tidak hanya untuk memastikan bantuan air bersih tersalurkan, tetapi juga mendengarkan kondisi warga serta memberikan edukasi mengenai pemanfaatan air, kebersihan lingkungan, dan kesehatan selama musim kemarau.

Bupati Andi Ina Kartika Sari bersama Ketua PMI Kabupaten Barru dan jajaran pengurus, Sekretaris Daerah Barru, Kepala BPBD, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Barru serta Ketua PMI Kecamatan Barru turut mengikuti sosialisasi kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Yulianto Badwi mengingatkan masyarakat agar tetap siaga menghadapi kemungkinan kemarau yang masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

“Bapak, Ibu, harus ki semua siaga dalam menghadapi kemarau yang panjang,” ujar Yulianto.
Menurutnya, Padongko menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena masyarakat mengalami keterbatasan air bersih saat musim kemarau.

Melalui dukungan PMI Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Barru menjadi salah satu dari enam kabupaten yang mendapatkan bantuan dalam program distribusi air bersih. Program tersebut telah berjalan sekitar dua pekan dan menjangkau tiga kecamatan dengan tujuh titik layanan.

Hingga kegiatan berlangsung, PMI Kabupaten Barru telah mendistribusikan sekitar 130.000 liter air bersih, dengan rata-rata penyaluran mencapai 10.000 hingga 15.000 liter setiap hari.
Namun, Yulianto menegaskan bahwa bantuan air bersih harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan tepat sasaran.

“Bijak ki menggunakan air. Jangan sampai air minumta kurang,” pesannya.

Ia mengajak masyarakat memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan minum, sedangkan kebutuhan mandi, mencuci, dan aktivitas rumah tangga lainnya dilakukan secara efisien.

“Intinya mandi itu bukan banyak air, intinya mandi itu bagaimana badan bersih dan sehat,” jelasnya.

Selain menghemat penggunaan air, masyarakat juga diminta memperhatikan kecukupan cairan tubuh selama cuaca panas. Kekurangan asupan air dapat menyebabkan dehidrasi dan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan.
Yulianto juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai gangguan kesehatan selama musim kemarau, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Tidak kalah penting, kebersihan tempat penyimpanan air juga menjadi perhatian. Tandon, ember, dan bak air harus dibersihkan secara berkala agar tidak menjadi sumber pencemaran.

Untuk air konsumsi, masyarakat diminta memastikan wadah dalam kondisi bersih dan tertutup serta ditempatkan jauh dari sampah maupun bahan lain yang berpotensi mencemari air.

“Wadah untuk yang diminum jangan sampai terkontaminasi,” tegasnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk memastikan keran air tertutup dengan baik agar tidak terjadi pemborosan.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap masyarakat, PMI Kabupaten Barru turut membagikan ember yang dapat digunakan warga untuk menampung dan menyimpan air bersih secara lebih baik.

Bupati Andi Ina Kartika Sari mengapresiasi langkah PMI Kabupaten Barru yang tidak hanya menghadirkan bantuan air bersih, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, menghadapi musim kemarau membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah, PMI, dan masyarakat harus bersama-sama menjaga ketersediaan air serta memastikan penggunaannya dilakukan secara bertanggung jawab.

Operasi Kemanusiaan Kekeringan 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi respons terhadap keterbatasan air bersih, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa air merupakan kebutuhan vital yang harus dijaga dan digunakan secara bijak.

Di tengah kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, satu pesan menjadi penting: setiap tetes air sangat berarti.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *