Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Petani To Nepo Gandeng PT DGW, Perkuat Pengendalian Gulma dan Hama untuk Dongkrak Produktivitas

53
×

Petani To Nepo Gandeng PT DGW, Perkuat Pengendalian Gulma dan Hama untuk Dongkrak Produktivitas

Sebarkan artikel ini

Dentumnusantara.comBARRU — Upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Kelompok Tani To Nepo, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Salah satunya dengan menghadirkan PT Dharma Guna Wibawa (DGW) untuk memberikan edukasi dan pendampingan terkait pengendalian gulma dan hama tanaman.
Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung di rumah salah seorang anggota Kelompok Tani To Nepo di Dusun Mareppang, Desa Nepo, Jumat (14/8/2026). Kegiatan diikuti Ketua Kelompok Tani To Nepo Darman bersama para anggota kelompok.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rahmatullah selaku PIC Kabupaten Barru dan Muhammad Yusuf selaku Promotion Officer wilayah Kabupaten Maros yang bertindak sebagai pemateri.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Yusuf memperkenalkan sejumlah produk pertanian PT DGW, mulai dari merek, harga, manfaat hingga tata cara penggunaannya. Produk yang diperkenalkan tidak hanya ditujukan untuk mengendalikan gulma, tetapi juga tersedia produk pengendali hama serta pupuk dalam bentuk serbuk.

Menurut Muhammad Yusuf, persoalan gulma dan hama masih menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi petani, khususnya pada pertanaman padi dan jagung.
Karena itu, pemahaman mengenai penggunaan produk pertanian secara tepat dinilai penting agar pengendalian dapat dilakukan sesuai kondisi tanaman dan lahan.

“Bukan hanya pestisida untuk gulma, di perusahaan kami juga menyediakan pestisida untuk hama dan pupuk serbuk. Kami siap menerima laporan dari petani terkait permasalahan gulma maupun hama di lapangan dan melakukan pendampingan apabila diperlukan,” jelas Muhammad Yusuf.

Siapkan Demplot untuk Pembuktian di Lapangan
Ketua Kelompok Tani To Nepo, Darman, menyambut baik kehadiran PT DGW. Ia menilai sosialisasi tersebut memberikan tambahan pengetahuan bagi anggota kelompok dalam menghadapi berbagai persoalan di lahan pertanian.

“Selamat datang dan terima kasih atas kunjungannya. Kami berharap sosialisasi ini dapat memberikan manfaat bagi anggota kelompok,” ujar Darman.

Darman mengatakan, pihaknya juga berencana menyediakan lahan yang akan dijadikan demplot atau lahan percontohan. Dengan demikian, para anggota kelompok dapat melihat secara langsung efektivitas penggunaan produk yang diperkenalkan.
Menurutnya, demplot penting agar petani tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga dapat mengamati hasil penerapan di lapangan.

Selain itu, Darman mengingatkan pentingnya memastikan setiap produk pertanian yang digunakan petani memiliki izin dan lisensi resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap setiap produk yang ditawarkan kepada petani memiliki lisensi dan izin resmi sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga petani merasa aman dan tidak ragu dalam menggunakannya,” tegasnya.

Petani Diimbau Tak Bakar Lahan
Di tengah kondisi musim kemarau, Darman juga mengajak seluruh anggota kelompok tani untuk tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, pembakaran lahan dapat meningkatkan risiko kebakaran, terlebih saat kondisi lahan dan lingkungan relatif kering.

“Jangan membersihkan lahan dengan cara membakar, apalagi saat musim kemarau. Kita harus menggunakan cara yang lebih aman dalam membersihkan dan mengendalikan gulma di lahan,” tambahnya.

Para anggota Kelompok Tani To Nepo pun menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka berharap kehadiran PT DGW dapat memberikan solusi terhadap persoalan gulma dan hama yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam budidaya tanaman padi maupun jagung.
Sosialisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi berlanjut melalui pendampingan dan praktik di lapangan.

Dengan rencana pembuatan demplot, petani nantinya dapat memperoleh gambaran langsung mengenai penerapan pengendalian gulma dan hama secara tepat.

Pengetahuan tersebut diharapkan mampu membantu petani mengelola lahan secara lebih efektif, meningkatkan produktivitas, serta mengurangi potensi kerugian akibat serangan organisme pengganggu tanaman.

Langkah Kelompok Tani To Nepo menggandeng pihak swasta untuk memperkuat kapasitas petani ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pertanian yang lebih produktif, aman dan berkelanjutan.

Dari Dusun Mareppang, semangat petani untuk meningkatkan hasil pertanian terus tumbuh—dengan harapan produktivitas meningkat, kesejahteraan petani semakin baik, dan kontribusi sektor pertanian terhadap ketahanan pangan nasional semakin kuat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *