Dentumnusantara.comBARRU – Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian Kabupaten Barru. Kelompok Tani Makkalitutue, Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, berhasil mencatat produktivitas padi sebesar 7,6 ton gabah kering panen (GKP) per hektare pada panen bersama Musim Tanam (MT) 2026 yang digelar, Minggu (19/7/2026).
Panen bersama tersebut dilaksanakan di hamparan sawah seluas 50 hektare yang merupakan penerima bantuan benih padi varietas Inpari 32 dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata efektivitas dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kegiatan panen dirangkaikan dengan pengambilan ubinan yang dihadiri petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru, Bhabinkamtibmas, Babinsa, penyuluh pertanian, Kepala Desa Lampoko, Ketua Kelompok Tani Makkalitutue, serta para anggota kelompok tani.
Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas mencapai 4,6 kilogram per petak ubinan atau setara sekitar 7,6 ton GKP per hektare.
Dengan harga gabah kering panen yang saat ini berada pada kisaran Rp7.300 hingga Rp7.500 per kilogram, hasil panen tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., bersama Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., melalui Dinas Pertanian Kabupaten Barru, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., atas dukungan bantuan benih yang telah dialokasikan untuk Kabupaten Barru.
Bantuan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan produksi padi daerah serta memperkuat program swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional.
Pemerintah Kabupaten Barru juga mengajak para petani untuk terus meningkatkan semangat bertanam melalui program Luas Tambah Tanam (LTT) dengan memanfaatkan program Optimasi Lahan (Oplah) secara maksimal. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi padi di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin dinamis.
Selain itu, petani diimbau untuk terus meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk ancaman El Niño, melalui penerapan teknik budidaya yang tepat serta pengelolaan lahan yang lebih baik agar produktivitas tetap terjaga.
Keberhasilan panen Kelompok Tani Makkalitutue menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, aparat kewilayahan, dan petani mampu menghasilkan capaian yang membanggakan.
Harapannya, prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Barru untuk terus meningkatkan produksi demi mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
















