Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
BarruBudaya

Paenge Ma’jimpo-jimpo Menggema: Dari Dusun Birue, Tradisi Leluhur Barru Menembus Panggung Nasional

194
×

Paenge Ma’jimpo-jimpo Menggema: Dari Dusun Birue, Tradisi Leluhur Barru Menembus Panggung Nasional

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

DENTUMNUSANTARA.COM, Barru, 27 April 2026 — Semangat pelestarian budaya kembali menggema di Dusun Birue, Desa Siawung, Kecamatan Barru, saat masyarakat menggelar Pesta Panen Adat Paenge Ma’jimpo-jimpo yang sarat makna dan nilai historis. Tradisi turun-temurun ini kian menunjukkan eksistensinya, terlebih setelah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia pada tahun 2025.

Kegiatan yang mengusung tema “Menanam Harapan, Menuai Berkah, Melestarikan Budaya” ini dihadiri oleh Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, yang hadir mewakili Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari. Turut hadir pula unsur Forkopimda, anggota DPRD Barru, pimpinan OPD, serta masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Abustan menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Dusun Birue yang konsisten menjaga warisan budaya leluhur. Ia menegaskan bahwa pengakuan sebagai WBTb merupakan hasil dari kerja kolektif masyarakat dalam merawat nilai, sejarah, dan filosofi yang terkandung dalam tradisi tersebut.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi identitas dan kebanggaan kita bersama. Tradisi ini membuktikan bahwa budaya lokal memiliki kekuatan besar jika terus dijaga dan diwariskan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa Dusun Birue memiliki nilai historis penting, yang dahulu dikenal sebagai wilayah tandus hingga akhirnya berkembang setelah ditemukan sumber air. Dari sinilah kehidupan masyarakat tumbuh dan berkembang.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan. Abustan menekankan pentingnya menjaga pepohonan sebagai sumber air dan kehidupan.

“Kalau pohon hilang, maka air pun bisa hilang. Mari kita jaga bersama, bahkan kita tanam lebih banyak agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pesannya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Barru juga mendorong agar Pesta Adat Paenge Ma’jimpo-jimpo masuk dalam kalender resmi pariwisata daerah.

Langkah ini diharapkan mampu menarik wisatawan lebih luas dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Suasana semakin hangat saat Wakil Bupati menyinggung salah satu prosesi khas, yakni tradisi “dibasahi” sebagai simbol keberkahan.

Dengan nada santai, ia menyampaikan bahwa Bupati Barru pun siap mengikuti tradisi tersebut jika berkesempatan hadir, yang langsung disambut tawa masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia A. Pananrangi mengungkapkan bahwa keberhasilan penetapan WBTb tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat dan dukungan berbagai pihak.

“Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun. Penetapan ini adalah bukti bahwa budaya kita memiliki nilai tinggi dan layak dilestarikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan sertifikat WBTb kepada pemangku adat oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Barru, disaksikan langsung oleh Wakil Bupati.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh makna, ditandai dengan prosesi adat seperti mappasili (penyucian diri), ma’jimpo-jimpo, serta mappadendang sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen.

Kini, Pesta Adat Paenge Ma’jimpo-jimpo tercatat sebagai warisan budaya kelima di Barru, mempertegas posisi daerah ini sebagai salah satu penjaga tradisi yang kuat di Sulawesi Selatan.

Di tengah arus modernisasi, masyarakat Dusun Birue membuktikan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi masa depan yang terus hidup dan berkembang.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *