Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Maulid di Masjid Kurir Langit, Wabup Barru Ajak Warga Hidupkan Teladan Rasulullah: Saling Menyayangi dan Menolong

49
×

Maulid di Masjid Kurir Langit, Wabup Barru Ajak Warga Hidupkan Teladan Rasulullah: Saling Menyayangi dan Menolong

Sebarkan artikel ini

dentumnusantara.comBARRU — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Modern Kurir Langit Barru menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai kasih sayang, kepedulian, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di pelataran Masjid Modern Kurir Langit, Kamis malam (3/9/2026).

Dalam sambutannya, Abustan mengapresiasi pengurus Masjid Modern Kurir Langit beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Presiden Masjid Modern Kurir Langit, A. Muhammad Nur Syahid, atas dedikasi dan kontribusinya dalam menggerakkan berbagai kegiatan kebaikan di tengah masyarakat.

Menurut Abustan, Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, peringatan kelahiran Rasulullah SAW harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi melalui shalawat sekaligus meneladani akhlak dan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak masyarakat menerjemahkan keteladanan Rasulullah dalam bentuk kepedulian nyata terhadap sesama.

“Yang saya mau pesankan, ayo kita saling menyayangi, saling memberi, dan saling menolong,” pesan Abustan.

Ia menilai nilai-nilai tersebut semakin penting di tengah berbagai tantangan kehidupan, termasuk persoalan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
Karena itu, masyarakat diajak untuk tetap menjaga kepedulian sosial, bersyukur ketika berada dalam kondisi lapang, serta bersabar ketika menghadapi kesulitan.

Abustan juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah larut dalam sikap saling menyalahkan. Menurutnya, kejernihan pikiran, perkataan, dan perilaku perlu dijaga agar berbagai persoalan dapat dihadapi dengan sikap bijak dan penuh kebersamaan.
Kemarau dan Ancaman Kebakaran

Dalam kesempatan tersebut, Abustan turut menyoroti kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Kekurangan air bagi tanaman hingga meningkatnya potensi kebakaran menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi pemicu kebakaran, termasuk memastikan instalasi listrik dan sumber-sumber lain yang berisiko berada dalam kondisi aman.

Selain menjaga lingkungan dan keamanan, ia juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan keamanan dalam menyimpan harta benda, termasuk mempertimbangkan pemanfaatan layanan perbankan sebagai salah satu alternatif penyimpanan yang lebih aman.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kita harus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap hal-hal yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” ujarnya.

Ikhtiar Lahir dan Batin
Menyikapi kondisi kemarau, Abustan menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat harus terus melakukan berbagai ikhtiar. Upaya penanganan di lapangan perlu berjalan beriringan dengan ikhtiar spiritual.
Salah satunya melalui rencana pelaksanaan Salat Istisqa di pelataran Masjid Modern Kurir Langit.

Abustan mengajak masyarakat mempersiapkan diri dan bersama-sama mengikuti Salat Istisqa dengan memperbanyak doa serta meningkatkan ibadah sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

“Kita berupaya dan berdoa bersama. Mudah-mudahan ada doa dari kita semua yang diijabah oleh Allah SWT sehingga diberikan hujan,” katanya.

Keluarga Jangan Dilupakan
Abustan juga mengingatkan jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun hubungan, bukan hanya dengan masyarakat, tetapi juga dengan keluarga.

Menurutnya, kesibukan dan berbagai aktivitas tidak boleh membuat seseorang melupakan keluarga maupun orang-orang terdekat.
Nilai kasih sayang yang dicontohkan Rasulullah SAW, kata Abustan, harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan rumah tangga sekaligus lingkungan sosial.

“Keteladanan Rasulullah harus hadir dalam kehidupan kita, termasuk bagaimana kita menjaga keluarga dan memperlakukan orang-orang di sekitar kita,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, Abustan menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai lantaran harus menghadiri agenda pemerintahan lainnya.

Ia berharap seluruh jamaah dapat mengikuti rangkaian peringatan Maulid dengan khidmat serta mengambil hikmah dari tausiah yang disampaikan para pembawa hikmah Maulid.

Peringatan Maulid tersebut diawali dengan Salat Isya berjamaah dan menghadirkan dua pembawa hikmah, yakni Syaikh Prof. Dr. Shalih Ahmad Abdul Wahhab Abdul Qawiy, Lc., MA., Wakil Dekan Fakultas Dirasah Islamiyah Lil Wafidin Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, serta Dr. H. Muhammad Erfin Beddu, M.Pd., pengisi acara Cahaya Hati yang dikenal melalui sejumlah program televisi nasional.

Turut hadir Kepala Kementerian Haji dan Umrah Barru, Ketua KPU Barru, Camat Barru, Danramil Barru, Wakapolsek Barru, Lurah Sumpang Binangae, Dewan Syariah Masjid Modern Kurir Langit, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *