Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Mappalili Desa Manuba Sepakati 19 Oktober Jadi Awal Musim Tanam, Petani Diminta Serentak Turun Sawah

50
×

Mappalili Desa Manuba Sepakati 19 Oktober Jadi Awal Musim Tanam, Petani Diminta Serentak Turun Sawah

Sebarkan artikel ini

dentumnusantara.comBARRU — Pemerintah Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, bersama petani dan berbagai unsur terkait menyepakati jadwal dimulainya Musim Tanam (MT) I dalam musyawarah Mappalili yang digelar Selasa, 22 September 2026.

Dalam musyawarah tersebut, disepakati MT I dimulai pada Senin, 19 Oktober 2026, sementara jadwal tabelisasi pertanaman ditetapkan pada 18 November 2026.

Mappalili menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Manuba sebelum memasuki musim turun sawah. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menyatukan persepsi antara pemerintah desa, petani, penyuluh pertanian, petugas pengairan, serta unsur terkait lainnya mengenai persiapan musim tanam.
Kepala Desa Manuba, Hasnah Sultan, bersama perangkat desa hadir dalam kegiatan tersebut.

Musyawarah juga dihadiri Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan Kecamatan Mallusetasi, Kepala BPP Mallusetasi Burhan, S.ST., PPL Abdul Razak, S.Tr.P., PPL Desa Manuba, POPT Kecamatan Mallusetasi Muhammad Sadar, S.ST., M.P., para kepala dusun, RT, Ketua BPD, Ketua KTNA Mallusetasi, kelompok tani, KWT, petugas pengairan, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Hasnah Sultan mengatakan Mappalili merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan masyarakat sebelum memasuki masa turun sawah.

Ia berharap kesepakatan yang telah dihasilkan melalui musyawarah dapat dijalankan secara bersama-sama oleh seluruh petani.

“Mappalili ini merupakan kegiatan tahunan setiap akan memulai turun sawah. Apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam kegiatan ini, saya berharap dapat diterapkan oleh para petani di lapangan sehingga nantinya hasil pertanian bisa maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, POPT Kecamatan Mallusetasi Muhammad Sadar, S.ST., M.P., menekankan pentingnya keseragaman waktu tanam dan langkah teknis di kalangan petani.

Menurutnya, keseragaman tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan dalam proses budidaya, termasuk serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan dampak kekeringan.

“Musyawarah Mappalili ini penting agar semua petani memiliki satu persepsi dan tidak melenceng dari apa yang sudah disepakati. Dengan keseragaman tersebut, kita dapat melakukan langkah antisipasi terhadap serangan hama maupun dampak kekeringan sehingga hasil pertanian nantinya bisa maksimal,” jelasnya.

Muhammad Sadar juga menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Karena itu, diperlukan keterlibatan bersama antara petani, penyuluh, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang berkaitan dengan sektor pertanian.

Musyawarah Mappalili berlangsung tertib dan dinamis. Sejumlah perbedaan pendapat yang muncul dalam pembahasan menjadi bagian dari proses untuk menghasilkan keputusan yang dapat diterima bersama.

Dengan ditetapkannya jadwal tersebut, para petani Desa Manuba kini memiliki waktu untuk mempersiapkan lahan, sarana produksi, serta kebutuhan lainnya sebelum memasuki musim tanam.

Keseragaman waktu turun sawah diharapkan dapat membuat pelaksanaan MT I lebih terarah sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan produksi pangan di Desa Manuba.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *