Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Lobi Bupati Barru Buka 37 Peluang Pelatihan Kerja, Skill Warga Didorong Makin Siap Bersaing

63
×

Lobi Bupati Barru Buka 37 Peluang Pelatihan Kerja, Skill Warga Didorong Makin Siap Bersaing

Sebarkan artikel ini

Dentumnusantara.comBARRU — Upaya Pemerintah Kabupaten Barru membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat terus digenjot. Tak hanya melalui kebijakan di meja pemerintahan, langkah tersebut juga dilakukan dengan memperkuat komunikasi dan membangun kerja sama dengan lembaga pelatihan vokasi.

Hasilnya, Kabupaten Barru memperoleh 22 paket pelatihan kerja berbasis kompetensi dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, lembaga di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Jumlah tersebut berpotensi bertambah menjadi 37 paket pelatihan, setelah 15 paket tambahan saat ini masih dalam proses verifikasi oleh BPVP Pangkep.

Setiap paket pelatihan diikuti sebanyak 16 peserta, sehingga program tersebut membuka ruang bagi ratusan masyarakat Barru untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi kerja.

Langkah ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Barru dan BPVP Pangkep. Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mendorong agar kerja sama tersebut tidak berhenti sebatas penandatanganan nota kesepahaman, tetapi benar-benar menghasilkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Komunikasi dan lobi yang dilakukan Bupati kepada Kepala BPVP Pangkep, Ashari Arifuddin, S.T., M.M., turut membuka peluang bertambahnya paket pelatihan bagi masyarakat Barru.

Dari 22 paket yang telah diperoleh, sebanyak enam paket telah selesai dan sementara berjalan, sedangkan paket lainnya menunggu jadwal pelaksanaan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Barru, Syamsir, S.IP., M.Si., mengatakan program tersebut menggunakan metode Tailor Made Training (TMT).

Menurutnya, TMT merupakan pelatihan kerja gratis yang dirancang secara khusus dan fleksibel berdasarkan potensi daerah, kebutuhan industri serta permintaan pasar kerja.

“Pelatihannya tidak sekadar menyediakan program yang sudah ada, tetapi disesuaikan dengan potensi daerah, kebutuhan industri dan pasar kerja lokal. Jadi masyarakat dilatih berdasarkan peluang yang memang ada di daerahnya,” jelas Syamsir, Jumat (21/8/2026).

Pendekatan tersebut membuat pelatihan tidak hanya terpusat di lokasi tertentu, tetapi dapat didekatkan langsung kepada masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Salah satu contohnya berada di Desa Gattareng, yang dikenal memiliki potensi tanaman kopi.

Pelatihan kemudian diarahkan pada pengembangan komoditas tersebut, mulai dari teknik roasting, keterampilan peracik kopi atau barista, hingga digitalisasi marketing.
Dengan demikian, kopi tidak hanya berhenti sebagai hasil pertanian, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Selain pelatihan berbasis komoditas lokal, sejumlah keterampilan lain juga disiapkan. Di antaranya pengelasan, tata rias, pembuatan kue dan roti, menjahit, servis motor injeksi, pengolahan sampah organik, public speaking/MC, tanaman hidroponik serta berbagai keterampilan praktis lainnya.
Syamsir mengatakan, orientasi utama program tersebut adalah memastikan keterampilan yang diperoleh peserta dapat benar-benar digunakan setelah pelatihan berakhir.

“Harapannya setelah mengikuti pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat atau pengetahuan, tetapi memiliki keterampilan yang benar-benar bisa digunakan untuk bekerja atau membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Pelaksanaan pelatihan juga menerapkan sistem jemput bola. Selain digelar di BLK Barru dan LPK binaan BLK Barru, sejumlah kegiatan dilaksanakan langsung di desa dan kelurahan.

Pola tersebut diharapkan menghilangkan salah satu kendala masyarakat dalam mengakses pelatihan, yakni jarak. Masyarakat tidak harus datang jauh ke pusat pelatihan karena program dapat hadir lebih dekat dan disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing.
Bagi Pemerintah Kabupaten Barru, penguatan pelatihan vokasi menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang terampil dan memiliki daya saing.

Pelatihan vokasi sendiri menitikberatkan pada penguasaan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam bidang pekerjaan tertentu. Dengan pendekatan berbasis praktik, peserta diharapkan lebih siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kerja sama pemerintah daerah dengan lembaga pusat dapat diterjemahkan menjadi program konkret ketika dikawal secara aktif.

MoU antara Pemkab Barru dan BPVP Pangkep tidak berhenti sebagai dokumen kerja sama. Pemkab Barru terus mendorong agar manfaat kerja sama tersebut semakin luas dan menyentuh masyarakat hingga pelosok desa.

Dengan 22 paket yang telah diperoleh dan 15 paket tambahan yang masih dalam proses verifikasi, peluang peningkatan keterampilan masyarakat Barru pun semakin terbuka.
Bukan sekadar mengejar sertifikat, program ini diarahkan untuk menciptakan warga yang memiliki skill, peluang usaha, dan kesiapan memasuki dunia kerja.

“Dari lobi Bupati Barru, peluang peningkatan keterampilan dan kerja diupayakan hadir lebih dekat dengan masyarakat hingga ke desa dan kelurahan,” tutup Syamsir.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *