DentumNusantara.com.BARRU – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, bersama personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Selatan (Parepare) dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan darurat penghubung antar dusun, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan gotong royong ini difokuskan pada pengumpulan material batu sungai yang digunakan sebagai bahan pendukung konstruksi jembatan. Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat tersebut dilakukan sebagai upaya percepatan agar jembatan dapat segera difungsikan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dusun Mareppang, Kepala Dusun Pakka, tokoh masyarakat, Ketua RT setempat, warga Dusun Mareppang dan Dusun Pakka, serta personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel.
Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan darurat telah mencapai sekitar 85 persen dan menyisakan 15 persen pekerjaan. Percepatan dilakukan mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital warga, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.
Jembatan darurat ini setiap hari digunakan oleh anak-anak sekolah, petani, serta masyarakat yang hendak menuju pasar maupun mengurus berbagai keperluan pemerintahan. Keberadaannya sangat menentukan kelancaran aktivitas dan mobilitas warga Desa Nepo.
Warga setempat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polda Sulawesi Selatan, khususnya Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Polres Barru, serta Pemerintah Kecamatan Mallusetasi dan Pemerintah Desa Nepo atas kepedulian dan dukungan nyata dalam pembangunan infrastruktur desa.
Melalui kolaborasi antara Polri dan masyarakat, pembangunan jembatan darurat ini diharapkan segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan serta aktivitas sosial ekonomi warga Desa Nepo.
















