Scroll keatas untuk lanjut baca artikel berita lainnya
Example 314x314
Example floating
Example floating
Example 728x250
Barru

Jalan Kaki ke Tambak, Pulang Membawa Optimisme: Bupati Barru Panen ‘Emas Biru’ Bernilai Ratusan Juta

71
×

Jalan Kaki ke Tambak, Pulang Membawa Optimisme: Bupati Barru Panen ‘Emas Biru’ Bernilai Ratusan Juta

Sebarkan artikel ini

Dentumnusantara.com BARRU – Langkah kaki Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dan Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang menyusuri jalan tambak di Kelurahan Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Senin (22/6/2026), bukan sekadar kunjungan seremonial. Di balik hamparan tambak yang membentang, keduanya menyaksikan langsung potensi besar sektor perikanan budidaya yang kini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Barru.

Didampingi jajaran pemerintah daerah, Bupati dan Wakil Bupati melakukan panen udang vaname dan ikan nila di lokasi Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) Berlian, Labukkang. Tambak yang dikelola H. Nahnu dan Hj. Marwah itu menjadi contoh keberhasilan budidaya perikanan yang mampu menghasilkan nilai ekonomi tinggi dalam waktu relatif singkat.

Suasana panen berlangsung penuh keakraban. Setelah berjalan kaki sekitar setengah kilometer menuju lokasi tambak, Bupati dan Wakil Bupati turut menarik pukat bersama para pekerja dan masyarakat. Tawa dan canda mewarnai kegiatan yang menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan pelaku usaha perikanan di lapangan.

Tidak hanya menyaksikan proses panen, Bupati dan Wakil Bupati juga meninjau langsung proses pemilahan hasil tangkapan sebelum dipasarkan. Aktivitas tersebut menunjukkan bagaimana usaha budidaya perikanan dikelola secara serius dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Di sela kegiatan, Wakil Bupati Abustan memaparkan capaian produksi tambak udang vaname yang menjadi perhatian Bupati Barru.

“Tambak seluas 2,5 hektare ini menghasilkan sekitar 4,3 ton udang vaname. Dengan harga jual mencapai Rp63 ribu per kilogram, nilai produksinya mencapai kurang lebih Rp270 juta dalam satu kali panen,” jelasnya.

Menurutnya, masa pemeliharaan udang vaname hanya sekitar 2,5 bulan dengan kebutuhan modal sekitar Rp120 juta. Dari hasil tersebut, keuntungan yang diperoleh diperkirakan mencapai Rp150 juta dalam satu siklus budidaya.

Angka tersebut menjadi bukti bahwa sektor perikanan budidaya memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Bupati Andi Ina pun menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku usaha yang terus berinovasi dan mengembangkan usaha tambak secara profesional.

“Ini adalah potensi ekonomi yang luar biasa. Jika dikelola dengan baik, sektor perikanan mampu menjadi sumber kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan usaha harus diiringi dengan tanggung jawab sosial, termasuk pemberdayaan masyarakat sekitar dan kepedulian terhadap lingkungan tambak.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak para pelaku usaha untuk senantiasa menyisihkan sebagian rezekinya melalui zakat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil usaha yang diperoleh.

“Keuntungan yang besar harus membawa manfaat yang lebih luas. Dengan berbagi kepada sesama, insyaallah usaha yang dijalankan akan semakin berkah dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, H. Muhammad Ushuluddin, S.T., M.Si., mengungkapkan bahwa sektor perikanan budidaya di Barru terus berkembang dari tahun ke tahun. Saat ini luas tambak di Kabupaten Barru mencapai 2.534 hektare dengan produksi udang vaname mencapai 4.464 ton.

Selain udang vaname, budidaya ikan nila juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Di tambak yang sama, sebanyak 24 ribu ekor bibit ikan nila dibudidayakan pada lahan seluas 0,5 hektare dengan produksi mencapai 3,5 ton dan harga jual sekitar Rp29 ribu per kilogram.

Menurut Ushuluddin, ikan nila kini memiliki prospek pasar yang semakin luas, bahkan telah menjadi salah satu komoditas ekspor yang banyak diminati. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan budidaya nila salin maupun nila tawar sebagai sumber pendapatan baru.
Panen di Palanro menjadi bukti bahwa sektor perikanan tidak hanya menghasilkan komoditas unggulan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan dukungan pemerintah dan semangat para pembudidaya, Barru terus meneguhkan langkahnya sebagai salah satu daerah dengan potensi perikanan budidaya yang menjanjikan di Sulawesi Selatan.

Panen di Palanro, Bupati Barru Temukan Tambak yang Cetak Untung Rp150 Juta dalam 2,5 Bulan
Menyusuri Tambak, Menjemput Harapan: Bupati Barru Saksikan Potensi Besar Udang Vaname
Dari Pesisir Palanro, ‘Emas Biru’ Barru Mengalir ke Pasar Nasional
Sekali Panen, Ratusan Juta Rupiah: Kisah Sukses Tambak Udang yang Dipanen Bupati Barru
Pukat Ditarik, Optimisme Terangkat:

Bupati Barru Dorong Kebangkitan Perikanan Budidaya
Udang Vaname dan Nila Jadi Bintang, Palanro Tunjukkan Kekuatan Ekonomi Pesisir Barru

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *